Sumber : https://stackoverflow.com/questions/30990027/back-button-redirect-script

Saham Perdana GoTo Mengalami Oversubcribed Lebih Dari 15 Kali

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (11/4/2022). Dalam penawaran perdana umum saham atau initial public offeringm (IPO) GOTO mengalami oversubscribed hingga 15,7 kali.

Harga saham emiten jasa ride-hailing dan e-commerce PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melonjak tinggi pada debut perdana di bursa hari ini, Senin (11/4/2022).

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.08 WIB, harga saham GOTO melesat 18,34% ke posisi Rp 400/unit. Sebelumnya, beberapa saat setelah bel pembukaan pasar berbunyi, harga saham GOTO sempat menyentuh Rp 416/unit atau naik 23,08%.

Nilai transaksi saham GOTO tercatat sebesar Rp 1,05 triliun dengan volume perdagangan 2,68 miliar saham.

Saat ini, kapitalisasi pasar GOTO tercatat sebesar Rp 464,27 triliun, berada di peringkat tiga besar dan di atas emiten telekomunikasi BUMN PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang tercatat mencapai Rp 454,70 triliun.

Sebagai informasi, saham GOTO tercatat di papan utama BEI dan GoTo menjadi emiten ke-15 yang tercatat di BEI pada tahun ini. Harga penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) GOTO sebesar Rp 338 per saham.

TRENDING:  Saham BBCA Terus Membaik, Cocok Untuk Investasi Jangka Panjang

Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI dikutip Minggu (10/4/2022), total jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 1.184.363.929.502 saham.

Jumlah saham itu terdiri dari 1.082.912.477.886 saham pendiri Seri A, 10.264.665.616 saham treasuri seri A, 50.571.730.000 saham pendiri Seri B, dan 40.615.056.000 saham Penawaran umum kepada masyarakat – Seri A.

Saham free float per tanggal 11 April 2022 adalah sebanyak 781.657.936.056 saham atau 66%, terdiri dari jumlah saham yang di-lock up selama 8 bulan sebanyak 741.042.880.056 saham (62,57%) dan jumlah saham yang tidak di-lock up sebanyak 40.615.056.000 saham (3,43%).

GOTO sendiri memastikan akan menggunakan seluruh dana hasil IPO untuk memperkuat modal kerja dan meningkatkan penyertaan ke perusahaan anak.

Kepastian ini dijelaskan GoTo dalam prospektus yang diterbitkan Selasa (15/3/2022). Perusahaan teknologi ini menyebut akan menggunakan modal kerja dari penerbitan saham perdana demi mendukung perkembangan perusahaan ke depan.

“Emiten dan Perusahaan Anak akan menggunakan modal kerja tersebut untuk mendukung strategi perkembangan Perusahaan melalui berbagai inisiatif, termasuk namun tidak terbatas pada akuisisi pelanggan; penjualan dan pemasaran; pengembangan produk seperti penambahan fitur, pembaruan teknologi, dan inovasi produk/teknologi baru; dan beban operasional,” tulis GoTo dalam prospektusnya.

TRENDING:  Resmi! Transaksi Perdagangan RI-China Pakai Yuan & Rupiah, Tinggalkan Dolar

Secara rinci, GoTo menyebut alokasi dana hasil IPO akan digunakan sebesar 30% oleh perusahaan. Selain itu, 25% dana akan dialokasikan untuk PT Dompet Anak Bangsa (GoPay). Sekitar 5% dana akan dialokasikan kepada PT Multifinance Anak Bangsa (bagian dari GoFinance).

GoTo juga berencana mengalokasikan sekitar 5% dana hasil IPO untuk VDIGI SG Ltd. (Gojek Singapura) dan sekitar 5% untuk Go Viet Ltd. (Gojek Vietnam).

“Emiten akan melakukan peningkatan penyertaan pada Tokopedia, PT DAB, PT MAB, VDIGI SG Ltd., dan Go Viet Ltd. secara bertahap. Setiap penyertaan modal pada Tokopedia, PT DAB, PT MAB (dahulu PT Rama Multi Finance), VDIGI SG Ltd. dan Go Viet Ltd. merupakan transaksi afiliasi dengan pihak afiliasi sebagaimana diatur dalam POJK No. 42/2020,” tulis perusahaan.

Pencapaian ini juga menandakan kebangkitan pasar modal nasional, mulai dari minat dan partisipasi investor ritel domestik yang tumbuh dua kali lipat dari tahun 2021, dan juga transaksi IPO GOTO yang hanya ditangani penjamin emisi efek nasional dan memasarkan kepada investor domestik Indonesia.

TRENDING:  Download Twibbon Bertema Hari Anak Nasional 2022

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

Gojek Tokopedia,Saham Goto ,Saham Hari Ini