Cerita Bagas Maulana di Balik Babak Semifinal All England 2022

Cerita Bagas Maulana di Balik Babak Semifinal All England 2022 – Bagi Bagas Maulana/Muhammad Shoihibul Fikri, menjuarai All England 2022 merupakan pengalaman manis yang tidak akan pernah bisa dilupakan.

Pekan lalu, bersama Muhammad Shohibul Fikri, Bagas Maulana merebut gelar BWF World Tour Super 1000, All England 2022, di Utita Arena, Birmingham. Kemenangan mengejutkan itu, diakui Bagas, belum nyata. Bahkan, sampai seminggu yang lalu seperti sekarang.

“Ini masih beneran ga sih juara,” kata Bagas Maulana dalam percakapan dengan PB Djarum setelah All England 2022.

Atlet berusia 23 tahun itu mengatakan bahwa inspirasinya adalah kemenangan atas Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) di perempat final. “Waktu lawan Jepang, (kami) kaget banget bisa balikin poin. ‘Semifinal kita, Kri’,” katanya mengulang ucapannya kepada Muhammad Shohibul Fikri.

Drama pun terjadi ketika berjumpa sang senior yang berstatus ganda putra nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Bagas mengatakan bahwa dirinya demam panggung dan Fikri sakit perut sebelum tampil melawan Marcus/Kevin di babak semifinal All England 2022.

“Sebelum lawan Kevin/Marcus, ada rasa takut karena kan (mereka) ganda nomor satu dunia. Tapi, Alhamdulilah, kami bisa mengatasi,” ujar Bagas.

“Paling teriak aja biar ngurangin ketakutan. Soalnya benar‐benar dikit lagi dipanggil masuk lapangan. Untungnya pas pemanasan hilang mulasnya.”

Saat bertemu Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di final, Bagas mengaku sempat bercanda sebelum masuk lapangan. Dan tak lama setelah memastikan kemenangan, Ahsan/Hendra memberikan pesan yang terus terngiang di kepala Bagas.

“Selamat, jangan cepat puas, konsisten terus dan tetap rendah hati,” begitu kata Bagas menirukan wejangan ganda putra berjulukan The Daddies itu.

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

Bagas Maulana ,BWF World Tour Super 1000 ,England,Muhammad Shoihibul Fikri