Dubes Ukraina Minta Indonesia Tolak Kedatangan Putin ke KTT G20

Dubes Ukraina Minta Indonesia Tolak Kedatangan Putin ke KTT G20 – Duta Besar Ukraina Vasyl Hamianin angkat bicara menanggapi rencana partisipasi Presiden Rusia Vladimir Putin di Bali pada KTT G20 (30 Oktober 2022). Dia meminta Indonesia untuk memboikot Rusia dan Putin di semua platform, pertemuan dan pertemuan tingkat tinggi internasional, termasuk KTT G20.

Menurutnya, ini akan menjadi langkah nyata untuk mengakhiri situasi di Ukraina dan membawa perdamaian, stabilitas, dan rekonstruksi ke semua negara di Bumi.

“Kami menyerukan seluruh negara demokratis untuk membantu menyelamatkan dunia dari diktator Putin yang kejam. Boikot Rusia dan Putin dalam semua kemungkinan platform internasional,” jelasnya, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (24/3/2022).

Putin, menggambarkannya sebagai penjahat kelas internasional dan diktator pembunuh. Menurutnya, Putin tidak memiliki hak hukum untuk berpartisipasi dalam forum internasional apapun dengan cara apapun.

“Merujuk pada pernyataan Dubes Rusia di Indonesia terkait rencana Presiden Putin berpartisipasi dalam KTT G20 di Bali, sebagai kriminal, pembunuh, dan diktator, Putin tidak memiliki hak hukum berpartisipasi dalam forum internasional, pertemuan puncak, atau multilateral,” kata Hamianin.

TRENDING:  Jadwal Vaksin Sukabumi, Pekalongan, Tegal dan Brebes 6-9 Januari 2022

Hamianin juga meminta semua negara demokrasi untuk membantu mengakhiri kejahatan perang Rusia terhadap Ukraina.

“Kami mendesak seluruh negara demokratis dan seluruh orang dengan niat baik untuk membantu menyelamatkan dunia dari diktator jahat dan agresif Putin, pun berkontribusi dengan cara apapun yang memungkinkan untuk menghentikan kejahatan perang yang dilakukan militer Rusia terhadap warga sipil di Ukraina,” harap Hamianin.

Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan bahwa Putin berencana menghadiri KTT G20 di Bali pada akhir 2022.

“Tergantung pada situasi, sejauh ini dia (Putin) mau datang ke KTT G20,” kata Lyudmila (23/3/2022).

Lyudmila mengatakan, Indonesia menjadi presiden G20 bukan untuk membahas krisis antara Rusia dan Ukraina, tetapi untuk memperbaiki ekonomi global dan isu-isu lainnya. “Mengeluarkan Rusia (dari G20) tidak akan membantu perekonomian global,” tambahnya.

Sejak 24 Februari 2022, Rusia telah memutuskan untuk menyerang Ukraina. Rusia telah dikenakan sanksi internasional, kritik dan boikot sejak itu.

Tak sedikit yang mendesak Rusia untuk diadili karena diyakini telah melakukan kejahatan perang di Ukraina. Amerika Serikat juga secara resmi menyatakan bahwa pasukan Rusia telah melakukan kejahatan perang di Ukraina.

TRENDING:  Ingin Punya Usaha Saat Bulan Ramadhan? Ini Rekomendasinya

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

Bali ,G20,KTT G20 ,Vasyl Hamianin