Apa Itu Fisura Ani? Berikut Penyebab, Gejala dan Cara Pencegahannya

Apa Itu Fisura Ani? Berikut Penyebab, Gejala dan Cara Pencegahannya – Mengutip buku Pengantar Hidup Sehat Siram Jaman (Gun Gun Gunansah: 2021), Fisura Ani adalah luka terbuka pada jaringan yang melapisi anus. Kondisi ini dapat menyebabkan penderita Fisura Ani mengalami rasa sakit dan sesak pada rektum atau anus.

Selain itu, mereka yang menderita Fisura Ani juga dapat mengalami pendarahan saat buang air besar. Firusa ani adalah salah satu yang harus Anda waspadai. Untuk itu, ketahui sederet penyebab, gejala dan cara pencegahan Fisura ani ini.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan Fisura Ani:
1. Sembelit
Tinja besar dan keras lebih cenderung menyebabkan cedera pada daerah anus saat buang air besar daripada feses yang lebih kecil dan lunak.

2. Diare Kronis
Diare berulang dapat menyebabkan perkembangan Fisura Ani.

3. Kejang Otot
Para ahli percaya bahwa kejang otot sfingter anus dapat meningkatkan risiko Fisura Ani. Spasme adalah gerakan menyentak otot yang singkat dan otomatis ketika otot tiba-tiba berkontraksi. Kejang otot juga dapat mengganggu proses penyembuhan Fisura Ani.

TRENDING:  Cara Mudah Pendaftaran Vaksin Covid-19 Melalui Online

4. Kehamilan dan Persalinan
Wanita hamil berisiko lebih tinggi mengalami Fisura Ani menjelang akhir kehamilan mereka. Lapisan anus juga bisa robek saat melahirkan.

5. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Berbagai IMS atau penyakit menular seksual (PMS) dikaitkan dengan peningkatan risiko mengembangkan Fisura Ani. Contohnya termasuk sifilis, HIV, HPV (human papillomavirus), herpes, dan klamidia.

6. Kondisi yang Mendasari Beberapa kondisi yang mendasari, seperti penyakit Crohn, kolitis ulserativa, dan penyakit radang usus lainnya, dapat menyebabkan bisul terbentuk di daerah anus.

Berikut gejala Fisura ani:
1. Nyeri, Terutama saat BAB
Selama buang air besar, rasa sakitnya mungkin tajam dan mungkin diikuti oleh sensasi terbakar yang lebih dalam. Ketakutan akan rasa sakit dapat menyebabkan beberapa pasien memilih untuk tidak pergi ke kamar mandi, sehingga meningkatkan risiko sembelit. Jika orang tersebut menunda buang air besar, ini dapat memperburuk rasa sakit dan robekan, karena tinja akan menjadi lebih keras dan lebih besar.

2. BAB Berdarah
Karena darah yang keluar pada kasus Firusa ani adalah darah segar, maka warnanya akan menjadi merah cerah. Darah mungkin terlihat di tinja atau di kertas toilet.

TRENDING:  Gempa Terkini di Banten M 5.1, Terasa di Jakarta dan Sekitarnya

3. Gatal di Daerah Anus
Sensasi gatal akibat Fisura Ani di daerah anus bisa intermiten (kadang-kadang) atau bisa terus menerus.

4. Disuria
Disuria adalah ketidaknyamanan saat buang air kecil. Namun, gejala ini lebih jarang terjadi pada kasus Fisura Ani. Sementara itu, beberapa pengidap virus ani bisa buang air kecil lebih sering.

Dalam kebanyakan kasus, Fisura Ani sembuh dengan sendirinya tanpa perlu operasi. Fisura Ani adalah luka, sehingga menjaganya tetap kering dan bersih dapat membantu proses penyembuhan alami tubuh.

Berbagai cara dapat diterapkan untuk mengatasi dan mencegah masalah Fisura Ani ini. Dalam laporan Healthline, berikut adalah beberapa cara untuk mengobati dan mencegah Fisura Ani.

1. Konsumsi Cukup Serat
Makanan kaya serat setiap hari dapat membantu Anda memiliki buang air besar yang lancar dan teratur. Ini merupakan langkah penting dalam pengobatan dan pencegahan Fisura Ani. Asupan serat harian yang dianjurkan untuk orang dewasa setiap hari adalah 25-35 gram. Untuk mencapainya, pastikan Anda mengonsumsi buah dan sayuran yang cukup dan teratur.

TRENDING:  Erick Thohir Tunjuk Maya Watono Jadi Direktur Marketing InJourney

2. Minum Banyak Air
Selain asupan serat yang cukup, pastikan Anda minum cukup air setiap hari. Minum cukup air dapat melunakkan feses, membantu feses lebih mudah keluar, dan mempercepat penyembuhan luka.

3. Penggunaan Salep
Fisura Ani bisa sangat menyakitkan, terutama saat Anda buang air besar. Kondisi ini juga bisa menjadi semakin menyakitkan jika tidak segera diobati. Menggunakan salep atau krim pereda nyeri topikal dapat membantu mencegah ketidaknyamanan. Anda juga bisa sambil mengonsumsi ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit ini.

4. Berendam Air Hangat
Mandi air hangat yang sering dapat mengendurkan otot-otot di daerah anus. Ini bisa sangat membantu dalam mengurangi rasa sakit dan membantu penyembuhan luka.

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

Apa Itu Fisura Ani ,Fisura Ani ,Fisura Ani Adalah,Fisura Anus