Penyakit Asam Lambung: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Penyakit Asam Lambung: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya – Penyakit asam lambung mengganggu pola makan dan tidur. Tanda atau gejala awalnya adalah nyeri ulu hati, namun banyak gejala lain yang menjadi tanda penyakit ini. Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit refluks gastroesofageal (GERD).

Penyakit ini terjadi ketika asam lambung yang diproduksi secara alami di perut untuk membantu pencernaan kembali naik ke kerongkongan. Namun, hal itu dapat menyebabkan sejumlah gejala asam lambung yang tidak nyaman dan bahkan dapat menyebabkan kanker, seperti dilansir Eat This!.

Penyebab penyakit gastroesophageal reflux (GERD) pada dasarnya adalah melemahnya katup sfingter, menyebabkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Namun, ada sejumlah penyebab GERD yang dapat memperburuk refluks gastroesofageal, di antaranya:

  • Sering mengonsumsi makanan pedas, asam, dan berminyak
  • Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, minum alkohol, dan minum kopi
  • Makan tidak teratur dengan porsi yang besar
  • Kelebihan berat badan
  • Berbaring atau tidur setelah makan
  • Pertambahan usia
  • Konsumsi obat-obatan seperti aspirin
  • Penderita penyakit tertentu, misalnya asma, diabetes, dan sindrom hernia perut
  • Kehamilan

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit gastroesophageal reflux (GERD) sebenarnya berbeda dengan gejala gangguan pencernaan lainnya seperti maag. Sebab, pada GERD, asam lambung sudah naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan rasa panas di area dada (mulas).

TRENDING:  Harga Minyak Goreng Jadi Rp14 Ribu Per Liter Mulai Hari Ini

Sedangkan produksi asam lambung pada penyakit maag menyebabkan lebih banyak kerusakan pada dinding lambung. Mengutip Healthline, berikut adalah beberapa gejala GERD yang lebih umum ditemukan pada orang dengan gastroesophageal reflux:

  • Nyeri di dada atau bagian ulu hati (heratburn)
  • Makanan terasa naik dari dalam perut ke mulut
  • Kesulitan menelan karena merasa ada makanan yang mengganjal
  • Tenggorokan perih
  • Perut menjadi kembung
  • Adanya bau tidak sedap pada napas
  • Suara mendadak serak atau parau
  • Bagian belakang mulut terasa asam dan pahit
  • Lebih banyak mengeluarkan sendawa
  • Batuk dan sesak napas
  • Rasa mual hingga muntah
  • Gigi mengalami kerusakan akibat asam lambung

Penyakit refluks gastroesofageal dengan gejala ringan dapat segera diobati dengan minum obat dan menjaga pola hidup sehat. Ada beberapa cara untuk mengobati gastroesophageal reflux, dari perawatan di rumah hingga perawatan medis, sebagai berikut:

1. Minum Air Jahe
Jahe merupakan anti inflamasi yang dapat mengurangi produksi asam lambung berlebih. Selain itu, jahe juga bisa menenangkan perut karena mengatasi mual dan kembung akibat asam lambung.

Ambil beberapa potong jahe lalu iris.
Seduh irisan jahe dengan air panas, biarkan beberapa menit, lalu minum.

2. Konsumsi Baking Soda
Menurut penelitian dari Harvard Medical School, baking soda dapat mengobati nyeri dada yang disebabkan oleh asam lambung. Hal ini karena baking soda bersifat basa, yang dapat menetralkan asam di lambung. Caranya sangat mudah, yaitu:

TRENDING:  Syarat Kendaraan Lulus Uji Emisi dan Lokasi Cek Uji Emisi

Tuangkan 1/2 hingga 1 sendok teh baking soda.
Campurkan dengan segelas air lalu aduk merata, dan minum.

3. Minum Jus Lidah Buaya
Menurut University of Texas Medical Branch, lidah buaya dapat mengurangi peradangan di kerongkongan dan perut. Namun, sebaiknya lidah buaya yang dijadikan jus dihilangkan warnanya terlebih dahulu untuk menghindari efek samping berupa diare.

Ambil beberapa batang tanaman lidah buaya kemudian keluarkan gelnya.
Olah menjadi jus dan minum 1/2 gelas sebelum makan.

4. Makan Teratur dengan Porsi Kecil
Dengan pola makan yang teratur, Anda bisa mencegah terbentuknya asam lambung. Oleh karena itu, usahakan untuk memiliki waktu makan yang sama setiap hari. Makan dalam porsi besar dapat memicu refluks. Cobalah untuk makan dalam porsi yang lebih kecil, tetapi lebih sering. Setelah makan, beri istirahat minimal 2-3 jam sebelum tidur atau tidur, untuk mencegah makanan naik kembali ke kerongkongan.

5. Hindari Makanan dan Minuman Pemicu
Penyebab utama peningkatan asam lambung dan GERD adalah mengonsumsi makanan yang dapat memicu asam lambung, antara lain:

  • Gorengan
  • Cokelat
  • Kafein
  • Alkohol
  • Susu
  • Bawang
  • Cabai
  • Buah-buahan asam
TRENDING:  Jadwal Vaksin Sukabumi, Pekalongan, Tegal dan Brebes 6-9 Januari 2022

6. Berhenti Merokok
Rokok mengandung beberapa bahan kimia berbahaya yang menyebabkan lambung memproduksi lebih banyak asam, yang memperburuk asam lambung. Selain itu, merokok juga dapat mengurangi pembentukan air liur yang berfungsi untuk menetralkan asam lambung.

7. Konsumsi Obat-obatan
Selain menggunakan bahan alami, kamu juga bisa meredakan refluks gastroesofageal dengan obat-obatan. Beberapa obat GERD yang paling efektif termasuk antasida seperti Mylanta, Rolaids, Tums, Malox, Gaviscon, dan Gelusil.

H2-receptor blocker (H-2 receptor blocker) seperti ranitidine, famotidine, dan cimetidine juga dapat menjadi pilihan untuk mengobati GERD. Lansoprazole dan omeprazole, yang merupakan penghambat pompa proton (PPI), dapat dibeli tanpa resep untuk meredakan GERD.

8. Tindakan Operasi
Jika penyakit refluks gastroesofageal tidak membaik meski sudah minum obat, operasi adalah pilihan terakhir. Ada beberapa jenis operasi yang bisa dilakukan untuk mengobati GERD, antara lain:

Fundoplikasi: tindakan mengencangkan otot katup esofagus menggunakan laparoskop, untuk mencegah asam lambung naik kembali.
Endoskopi: Prosedur medis di mana endoskopi dimasukkan untuk memperkuat otot sfingter yang lemah sehingga dapat menutup kembali.
LINX : tata cara memasang cincin pada tepi lambung dan kerongkongan, agar katup esofagus tidak mudah terbuka.

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

Asam Lambung ,Gerd ,Cara Mencegah Asam Lambung ,Gejala Asam Lambung