25 Februari 1932, Saat Hitler Resmi Dapat Kewarganegaraan Jerman

25 Februari 1932, Saat Hitler Resmi Dapat Kewarganegaraan Jerman – Pada tanggal 25 Februari 1932, pemimpin Partai Nazi, Adolf Hitler, berhasil memperoleh kewarganegaraan Jerman. Sebelumnya, Hitler adalah warga negara Austria.

Hitler sendiri dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu diktator paling brutal dalam sejarah dunia. Namanya terkait erat dengan Nazi, kekuatan politik utama yang ada di Jerman dari tahun 1933 hingga 1945.

Namun, Hitler awalnya bukan orang Jerman. Ia lahir di Austria dan kemudian beremigrasi ke Jerman pada tahun 1913. Dan pada tahun 1925, Hitler melepaskan kewarganegaraan Austria-nya.

Setelah bertahun-tahun tidak berkewarganegaraan, seorang anggota Partai Nazi menunjuk Hitler ke jabatan pemerintahan tingkat rendah yang datang dengan kewarganegaraan otomatis. Pada 25 Februari 1932, Adolf Hitler akhirnya menjadi warga negara Jerman.

Status baru Hitler memungkinkan dia untuk mencapai tujuan politiknya. Sebagai warga negara, ia bisa mencalonkan diri, dan pada pertengahan 1934 kekuasaan di Jerman sepenuhnya menjadi miliknya sebagai Führer und Reichskanzler (pemimpin dan kanselir).

TRENDING:  Atletico Madrid vs Real Sociedad, Luis Suarez penyelamat Los Rojiblancos

Sebagai Führer, Hitler mendefinisikan kembali kewarganegaraan untuk melayani keyakinannya. Dia menggunakan ras dan warisan pan-Jermannya untuk memberikan kewarganegaraan dan mengambilnya dari kelompok besar orang.

Saat Perang Dunia II berkecamuk, visi Hitler tentang supremasi Jerman memicu kampanye militer yang menghancurkan seluruh perbatasan dan populasi di seluruh Eropa.

Hitler mengakhiri kewarganegaraan Austrianya pada tahun 1925 dan tetap tanpa kewarganegaraan selama hampir tujuh tahun. Tanpa kewarganegaraan, ia tidak dapat mencalonkan diri secara sah untuk jabatan publik dan masih menghadapi risiko deportasi.

Dikutip dari citizen oleh investment.ch, Hitler menulis sesuatu pada 7 April 1925 kepada hakim Pengadilan Tinggi kota Linz untuk membebaskannya dari kewarganegaraan Austria dengan alasan berikut:

“Saya meminta pembebasan saya dari kewarganegaraan Austria. Alasan: Saya telah berada di Jerman sejak tahun 1912, telah bertugas selama hampir enam tahun di tentara Jerman, termasuk 4½ tahun di baris depan dan sekarang berniat untuk memperoleh kewarganegaraan Jerman.”

“Karena saat ini saya tidak tahu apakah kewarganegaraan Austria saya belum punah, tetapi masuknya tanah Austria ditolak oleh perintah Pemerintah Federal, saya meminta keputusan yang menguntungkan dari permintaan saya.”

TRENDING:  Umumkan IPO, GoTo Tawarkan Harga Rp316 hingga Rp346 Per Saham

Pada tanggal 30 April 1925, permintaan Hitler dikabulkan dengan bayaran sebesar 7,50 shilling. Akibatnya, ia hidup sejak tanggal itu sebagai orang tanpa kewarganegaraan di tanah Jerman.

Meskipun Hitler telah meninggalkan Austria pada tahun 1913, ia belum memperoleh kewarganegaraan Jerman dan dengan demikian tidak dapat mencalonkan diri untuk jabatan publik atau berpartisipasi dalam politik.

Kisah proses naturalisasi Hitler terdengar seperti lelucon. Menurut spiegel.de, kandidat politik tanpa kewarganegaraan itu sudah lama ingin menjadi warga negara Jerman, yang merupakan prasyarat untuk memegang jabatan politik di Republik Weimar.

Tapi, sesuai dengan sifat megalomaniaknya, dia menolak untuk mengantri di catatan sipil seperti orang lain. Dia ingin kewarganegaraan Jerman dibawa kepadanya di atas piring.

Pada tahun 1930, seorang anggota Partai Nazi mengatur agar dia diangkat menjadi kepala polisi Hildburghausen, sebuah kota di wilayah Thuringia, Jerman. Ini secara otomatis akan membuat Hitler menjadi warga negara Jerman. Tetapi masa depan Führer menolaknya, karena pekerjaan menjaga kota tidak sesuai dengan keinginannya.

TRENDING:  Kronologi Bus Tabrak Fly Over Padang Panjang, Sopir Melarikan Diri

Kemudian anggota partai Nazi di Braunschweig akhirnya menemukan jalan. Meskipun upaya pertama mereka untuk menunjuk Hitler sebagai profesor di Universitas Teknik Braunschweig gagal, mereka kemudian berhasil menemukan dia posisi yang cocok di kantor survei Braunschweig. Dan dari sini, Hitler akhirnya resmi menjadi warga negara Jerman.

Ketika Adolf Hitler diberikan kewarganegaraan Jerman, dia tiba-tiba menepis ucapan selamat dan berkata, “Anda harus memberi selamat kepada Jerman, bukan saya!”

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

Jerman ,25 Februari ,Adolf Hitler ,Hitler,Nazi