Bentrokan Dua Desa di Maluku Akibatkan 3 Tewas dan Rumah Terbakar

Bentrokan Dua Desa di Maluku Akibatkan 3 Tewas dan Rumah Terbakar – Warga desa Ori dan Kariuw di Pulau Haruku, Maluku Tengah, bentrok. Masalah yang memicunya adalah sengketa lahan. Bentrokan ini juga mengakibatkan tiga orang tewas dan beberapa rumah terbakar.

Konfrontasi antara dua desa Maluku ini berawal dari salah paham antara kedua belah pihak. Sedangkan akar permasalahannya adalah sengketa lahan di perbatasan kota. Ketegangan antara kedua bangsa itu sudah dimulai sejak Selasa (25/1) malam. Sementara itu, ketegangan mencapai puncaknya hingga bentrokan akhirnya terjadi pada Rabu (26/1) dini hari.

Selain itu, masalah sengketa tanah berawal dari sengketa antara dua warga. Saat itu, seorang warga Desa Kariuw sedang membuka lahan baru. Namun, aktivitas pembukaan lahan itu ditegur warga Ori karena dianggap bukan milik warga Kariuw. Pertengkaran mulai memanas hingga terjadi adu mulut. Namun, setelah itu, keduanya memilih untuk kembali ke desa masing-masing dan mulai merencanakan serangan.

Puncak ketegangan yang terjadi pada Rabu (26/1) dini hari WIB terjadi secepat itu. Dari informasi yang beredar, diketahui sekelompok massa menyerang Desa Kariuw dan membakar beberapa rumah milik warga sekitar. Selain itu, tiga orang dinyatakan tewas dan dua orang luka-luka. Saat mencoba mengendalikan situasi, salah satu petugas polisi ditembak di pipi.

TRENDING:  Penyakit Asam Lambung: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Akibat bentrokan tersebut, sejumlah rumah warga dibakar. Beberapa warga kemudian terpaksa mengungsi di berbagai tenda yang disediakan. Pemerintah Provinsi Maluku juga telah memberikan bantuan kepada para korban bentrokan besar-besaran. Sementara itu, aparat gabungan TNI-Polri juga telah dikerahkan untuk mengendalikan bentrokan.

Setelah kondisi kondusif, aparat keamanan juga menggelar pertemuan dengan berbagai tokoh masyarakat dari kedua desa tersebut, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda dari Desa Pelauw dan Ori. Hasil pertemuan yang digelar Rabu (26/1) malam itu menunjukkan warga kedua desa sepakat berdamai. Namun, keduanya juga ingin menyelesaikan akar permasalahan terkait batas wilayah kedua desa tersebut.

Pendirian posko dan pemberian batas yang jelas merupakan solusi yang saat ini diupayakan baik oleh perwakilan desa maupun aparatur. Sementara itu, Kapolresta dan Dandim saat ini sedang berdiskusi dengan warga Desa Kariuw untuk mencari solusi terbaik.

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

Bentrok Maluku ,Pulau Haruku