Rembesan Saluran Air Diduga Menjadi Penyebab Longsor Sumedang

Rembesan Saluran Air Diduga Menjadi Penyebab Longsor Sumedang Longsor terjadi di kawasan Bukit Leuweung Kadu, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Sabtu (15/1/21).

Adanya rembesan dari saluran air yang hanya berjarak 1 meter dari puncak longsor ditengarai kuat sebagai penyebab longsor.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman usai melakukan peninjauan bersama dengan Dandim 0610 Sumedang Letkol Inf Zaenal Mustofa, Kepala BPBD Provinsi Jawa Barat Dani Ramdani, Kepala BPBD Sumedang Dadang Sundara, Kapolres Sumedang Selatan Kompol. Boni dan jajaran lainnya berada di zona merah tempat terjadinya longsor pada Minggu (16/1/2022).

“Ternyata di atas itu ada saluran air dan airnya cukup besar, nah kemungkinan kemarin ada rembesan-rembesan ditambah ada hujan juga, karena jarak antara saluran air dengan mahkota longsor hanya sekitar 70 centimeter,” ungkap Herman.

Herman menjelaskan gempa susulan bisa saja terjadi jika tidak segera ditangani. Pasalnya, aliran air irigasi cukup deras dan curah hujan saat ini masih cukup tinggi.

TRENDING:  Hari Gizi Nasional Diperingati 25 Januari, Ini Sejarah Lengkapnya

“Kalau longsor kembali terjadi, maka aliran air dari irigasi bisa putus dan jebol ke bawah karena jarak mahkota longsor dengan saluran air cukup dekat, maka bisa dibayangkan dampaknya ada beberapa hektar lahan warga yang akan tidak terairi,” ucapnya.

Terkait hal tersebut, kata Herman, pihaknya segera melakukan berbagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya longsor lebih lanjut.

“Hari ini setelah meninjau langsung ke lapangan, penanganan sementara hari ini akan kita pasang rucuk, kemudian besok akan dilakukan pemasangan bronjong, dan hari Rabu akan langsung kita lakukan perbaikan permanen dengan membuat saluran gorong-gorong agar tidak ada rembesan air lagi,” paparnya.

Herman menargetkan perbaikan di dekat mahkota longsor dapat selesai pekan depan. “Minggu depan diharapkan sudah selesai dikerjakan,” ujarnya.

Ia menegaskan, longsor yang terjadi tidak terkait dengan proyek tol Cisumdawu. “Kami tegaskan setelah lihat ke lapangan tidak ada kaitannya antara longsor dengan tol Cisumdawu, memang di atas ada disposal tol Cisumdawu tapi jaraknya cukup jauh, dan murninya dari rembesan irigasi dan air hujan, ditunjang kondisi tanah di lokasi longsor cukup labil,” pungkasnya.

TRENDING:  Soal Krisis Ukraina, Rusia Dikabarkan Siap Lanjutkan Diplomasi

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

Longsor Sumedang ,Penyebab Longsor Sumedang ,Sumedang