Bahasa Indonesia

Pengertian Kalimat Tanya Tersamar Lengkap Contohnya

By Juni 27, 2020 No Comments
Definisi Kalimat Tanya Tersamar adalah sebuah kalimat yang didalamnya berisi pertanyaan yang diajukan secara tidak langsung dan bukan bertujuan untuk menggali informasi, klarifikasi ataupun konfirmasi tetapi kelimat tanya tersamar mempunyai maksud-maksud lain, seperti untuk tujuan memohon, menyindir, mengajak, meminta, membiarkan, menegaskan, menyanggah, menyetujui, melarang, menyuruh, dan lain-lain. Untuk lebih memperjelas dan memahami pengertian kalimat tanya tersamar tersebut maka dibawah ini disampaikan beberapa contoh kalimat tanya tersamar:

Kalimat-Kalimat Tanya Tersamar

  • Aku sangat menyukai inovasinya, mana bisa aku tidak mendukungnya.
  • Anda membutuhkan bantuan saya?
  • Anda setuju dengan usulnya, kan?
  • Apa ada orang yang tidak jatuh cinta dengan melihat wajahmu, Dik? (menggoda)
  • Apa begini cara kamu berterimakasih?
  • Apa janjimu terhadapnya sudah kau tepati ?
  • Apa kamu adalah orang terpelit di dunia hingga tidak mau menyumbang seperak pun? (menyindir)
  • Apa kamu sudah pikun, bagaimana bisa lupa letak dompet sendiri? (menyindir)
  • Apa kamu tega membiarkan wanita tua itu menyebrang jalan sendirian?
  • Apa kau tidak punya hati sampai tega dengan adik sendiri? (menyindir)
  • Apa pantas kamu menangisi pria tidak bertanggung jawab seperti dia?
  • Apa pantas permintaan wanita ini saya tolak ?
  • Apa perutmu berisi Anaconda hingga bisa makan sampai 3 piring? (menyindir)
  • Apa sebaiknya kita menolong orang itu?
  • Apa sebaiknya kita menolong orang itu?
  • Apa tidak ada orang yang lebih pelit dari kamu? 
  • Apakah kamu akan manja seperti ini?
  • Apakah kamu bersedia jika aku ikut mengerjakan PR dirumahmu? Tidak keberatan kan, kamu membawakan barang-barang ini?
  • Apakah kamu ingin hidup seperti ini selamanya?
  • Apakah kamu mau membelikan makanan untuk aku, Dik?
  • Apakah kamu tidak bisa berbuat baik?
  • Apakah kamu tidak ingin pulih kembali?
  • Apakah kamu tidak ingin terlihat cantik?
  • Apakah kamu tidak memiliki telinga, sehingga tidak mendengar perkataannya ? (memiliki maksud menyindir)
  • Apakah kamu tuli hingga tidak menyahut panggilanku? (menyindir)
  • Apakah sudah siap kamu melakukannya?
  • Apakah tas itu berat? Mau aku bantu? (menawarkan)
  • Apakah tidak ada orang lain selain aku yang dapat membantumu?
  • Apakah tidak lebih baik kita tanyakan dulu masalah yang sebenarnya?
  • Ayolah, jangan marah kepada ku. Apa kamu tidak merasakan getaran cinta dihatiku.
  • Bagaimana bisa kamu jatuh karena tersandung kaki sendiri? (menyindir)
  • Bagaimana jika besok kau menemaniku pergi ke toko buku? (memiliki maksud meminta atau memohon)
  • Bagaimana kalau bulan depan kita sekeluarga berlibur ke Bali? (memiliki maksud mengajak)
  • Besok adalah hari ulang tahun Bila, bagaimana kalau kamu ikut dengan kami? (mengajak)
  • Besok kami akan pergi berkemah, maukah kau ikut? (mengajak)
  • Biar tau rasa dia, apa harus seperti anak seorang pejabat.
  • Bisakah kamu berbuat baik sedikit saja?
  • Bisakah kamu hormati ibumu sehari saja?
  • Bisakah kamu meluangkan sedikit waktu saja untuk menjawab pertanyaanku? (memiliki maksud memohon)
  • Bisakah kamu tidak membantah perkataan ibu satu kali saja?
  • Bisakah membuat kopi untuk kakek?
  • Boleh saya bantu?
  • Bolehkah makanan ini saya cicipi?
  • Bukankah Bapak bersedia untuk menyumbangkan tenaga dan pikiran dalam kegiatan amal ini?
  • Bukankah kamu orang yang jahat? jadi jangan ganggu dia lagi.
  • Bukankah kita sudah sepakat untuk memakai baju yang berwarna biru ? (memiliki maksud menyetujui)
  • Bukannya kamu seorang koruptor yang tidak memikirkan nasib rakyat ?
  • Dalam pesta pernikahanku nanti kau bersedia bukan menjadi penerima tamu ? (memiliki maksud memohon)
  • Dapatkah Anda membantu saya hari ini ?
  • Dimana matamu sampai menabrak mobilku? (menyindir)
  • Dunia ini sempit, ya. Bagaimana bisa kita bertemu di tempat ini? (menyetujui)
  • Hari ini tampak cerah, bagaimana kalau kita pergi ke pantai? (mengajak)
  • Haruskah aku bersumpah agar kamu percaya?
  • Inikah hasil usahamu ?
  • Jangan pelit, bukankah keluargamu kaya raya ?
  • Kamu bersedia menjadi pengurus sekolahan kita?
  • Kamu ke sini tidak takut dimarahi ayahmu?
  • Kamu orang yang sangat handal dalam mengatasi berbagai masalah.
  • Kamu sudah belajar bukan? Ajari aku ya?
  • Kamu sudah pintar kan? kerjakan sendiri tugasmu!
  • Kerjakan sendiri tugasmu, bukankah kamu anak yang pintar ?
  • Kita sudah sepakat akan memakai topi hitam, kan? (menyetujui)
  • Koper ini lumayan berat, maukah kau membawanya untukku? (memohon)
  • Mana mungkin kita menolak kehadiranmu dalam acara itu ? (memiliki maksud menyetujui)
  • Mana mungkin saya menolak ajakanmu?
  • Masakan Anda kelihatannya lezat sekali?
  • Masih adakah yang perlu saya bawakan?
  • Maukah adik membantu saya menyelesaikan tugas ini?
  • Maukah kau membantuku?
  • Memang ya pekerjaannya luar biasa sulit sehingga kamu bisa menyelesaikannya dengan cepat. Pekerjaan semudah ini tidak bisa diselesaikan dengan benar.
  • Mengapa kamu bisa melakukan hal sekeji ini ?
  • Mengapa kamu bisa melakukan hal semacam ini ?
  • Mengapa kamu datang lagi ke sini?
  • Mengapa kamu menyuruhku?
  • Pantaskah kamu bersikap seperti itu?
  • Pantaskan kamu memiliki gadis sebaik itu?
  • PR ini sangat sulit, maukah kakak membantuku? (memohon)
  • Saya kira kita sama-sama sependapat bukan?
  • Saya rasa kamu mampu mengerjakannya hari ini?
  • Saya sangat senang jika Anda yang mengerjakan proyek ini.
  • Sebaiknya kamu jangan berangkat sekarang.
  • Sepertinya kalian berbeda pandangan, ya?
  • Siapa yang hendak menjawabnya?
  • Siapa yang menolak berteman dengan orang sebaik kamu?
  • Siapkah Anda berangkat sekarang?
  • Sudah berapa tahun kau tidak makan sehingga mulutmu tidak berhenti mengunyah ? (memiliki maksud menyindir)
  • Sudahkah kamu berdoa hari ini?
  • Sudahkah kamu makan hari ini?
  • Sudikah Anda mampir ke rumahku?
  • Tentunya Anda yang pantas menduduki jabatan ini.
  • Terima kasih Anda tidak membuang sampah di sini.
  • Tia akan menikah bulan depan, maukah kamu kesana bersama kami? (mengajak)
  • Tidak keberatan, kan kamu membawa koper ini?
  • Turnamen sepak bolak akan berlangsung minggu depan, maukah kau ikut menonton bersama? (mengajak)
admin

admin

Mengeluh hanya akan membuat hidup kita semakin tertekan, Sedangkan bersyukur akan senantiasa membawa kita pada jalan kemudahan.