Bahasa Indonesia

Pengertian Kalimat Tanya Retoris Lengkap Contohnya

By Juni 26, 2020 No Comments
Definisi Kalimat tanya retoris merupakan kalimat tanya yang mana pertanyaannya sudah dapat di jawab oleh masing-masing orang yang mendengarnya. Atau dengan kata lain kalimat tanya yang jawabannya sudah diketahui oleh semua orang. Biasanya kalimat tanya retoris ini digunakan secara tidak langsung untuk memberi dukungan, nasehat, kesadaran dan lain sebagainya. 
Kalimat retoris karena pada kenyataannya tidak ditanyakan, tetapi menyatakan deklarasi dalam bentuk pertanyaan. Fungsi kalimat retoris adalah introspeksi diri atau sindiran sehingga kita sering bertemu dalam pidato, khotbah dan debat. Selain menjadi sarkastik, itu juga dapat digunakan untuk memberikan saran, dukungan atau pesan kepada orang lain dengan cara yang halus.

Kalimat-Kalimat Tanya Retoris

  1. Ada sampah di selokan?
  2. Adakah sedikit saja, kau memikirkan jerih payah orang tuamu ?
  3. Aku sendiri heran, mengapa dia masih tetap begitu ?
  4. Aku sendiri tak mengerti mengapa sekarang dia jadi begitu.
  5. Aku tak tahu mengapa hal ini harus terjadi.
  6. Apa bisa kita hidup tanpa makan?
  7. Apa bisa kita menjadi seorang yang beriman dan bertakwa?
  8. Apa kita hanya akan berdiam diri melihat saudara kita tertindas?
  9. Apa mungkin dosa-dosaku akan dimaafkan oleh Tuhan?
  10. Apa mungkin kita mengkhianati suami kita sendiri?
  11. Apa pantas kamu keluar rumah dengan baju seperti itu?
  12. Apa yang Anda harapkan dari pria seperti itu?
  13. Apa yang kita kerjakan saat mereka membutuhkan pertolongan?
  14. Apa yang menyebabkan nilaimu jelek, bukan karena sering main gak kan?
  15. Apa? Apakah kamu tidak berani?
  16. Apakah ada orang mati bisa hidup kembali?
  17. Apakah ada sampah di istana presiden?
  18. Apakah ada sedikit, apakah Anda memikirkan upaya orang tua Anda?
  19. Apakah Anda benar-benar orang yang tidak tahu cara mengembalikan uang?
  20. Apakah Anda benar-benar tega melihat keluarga Anda malu atas tindakan Anda?
  21. Apakah Anda kehilangan akal sehingga Anda dapat melakukan hal yang kejam ini?
  22. Apakah Anda tega membiarkan bayi digerakkan?
  23. Apakah Anda tidak ingin mengerti apa yang saya katakan?
  24. Apakah berbuat jahat itu dosa?
  25. Apakah bisa aku mengerjakan ini semua?
  26. Apakah bisa kita menyelesaikan semua tugas ini tepat waktu?
  27. Apakah itu sampah atau apa?
  28. Apakah kalian tega melihat anak-anak itu kelapaaran?
  29. Apakah kamu heran dengan kondisi perekonomian keluargamu saat ini?
  30. Apakah kamu lupa membawa hati, sampai kamu bertindak sekeji itu?
  31. Apakah kamu senang dengan kamu tidak belajar sehingga tidak naik kelas?
  32. Apakah kamu tega membiarkan anak itu terlantar?
  33. Apakah kamu tidak merasa bersalah sudah menyakiti hati ibumu ?
  34. Apakah kamu tidak punya hati hingga harus membentaknya dengan kasar?
  35. Apakah kamu tidak tahu berapa banyak uang mencari sekolah Anda?
  36. Apakah kamu tidak tahu betapa berharganya hal ini?
  37. Apakah kamu tidak tahu betapa susahnya mereka mencari uang untuk sekolahmu?
  38. Apakah kamu tidak tahu kalau betapa berharganya benda ini?
  39. Apakah kamu tidak tega berteriak keras padanya?
  40. Apakah kau tidak merasa bersalah menabrak orang tua renta itu?
  41. Apakah kita bisa hidup tanpa makan dan minum?
  42. Apakah kita diam saja ketika rusak lingkungan?
  43. Apakah kita rela hanya berpangku tangan melihat penindasan yang dilakukan terhadap muslim Rohingya?
  44. Apakah kita selingkuh dengan suami kita sendiri?
  45. Apakah kita tega membiarkan korban Aleppo mati kelaparan?
  46. Apakah kita tega membiarkan mereka kelaparan?
  47. Apakah mulut manusia itu sampah?
  48. Apakah mungkin dosa-dosa saya akan diampuni oleh Tuhan?
  49. Apakah nasib kita akan berubah tanpa ada usaha?
  50. Apakah nasib kita akan berubah tanpa adanya doa dan usaha?
  51. Apakah negara kita adalah negara sampah?
  52. Apakah pantas bagi Anda untuk meninggalkan rumah dengan berpakaian seperti itu?
  53. Apakah perbuatan main hakim sendiri itu solusi yang tepat?
  54. Apakah semua barang Anda dapat diperdagangkan untuk kesehatan Anda?
  55. Apakah semua harta yang kau miliki dapat ditukar dengan kesehatanmu ?
  56. Apakah tugas ini bisa kita selesaikan?
  57. Apalagi yang dapat kita kerjakan kecuali hanya memohon pertolongan Tuhan?
  58. Apalah artinya kau tersenyum padaku, jika pada akhirnya kau memilih dia.
  59. Bagaimana Anda akan lulus jika Anda malas belajar?
  60. Bagaimana Anda bisa bermain dengan anak-anak seperti itu?
  61. Bagaimana Anda bisa melakukan semua ini sendirian?
  62. Bagaimana Anda bisa menghina orang tua Anda sendiri?
  63. Bagaimana bisa kamu bermain dengan anak seperti itu?
  64. Bagaimana bisa kamu mengabaikan ibumu sendiri?
  65. Bagaimana kamu akan lulus jika kamu malas belajar ?
  66. Bagaimana kamu bisa mengabaikan ibumu?
  67. Bagaimana kamu bisa sukses, kalau setiap hari bermain Mobile Legend?
  68. Bagaimana kita tahu usaha ini gagal jika kita belum mencobanya?
  69. Bagaimana mungkin kamu berani memaki ibumu sendiri?
  70. Bagaimana mungkin kamu mengerjakan semua ini sendirian?
  71. Bagaimana mungkin kamu menghina orangtuamu sendiri?
  72. Baguskah jika baju sekolahmu dicoret-coret menggunakan pilok itu?
  73. Benarkah kamu tidak pernah berbuat dosa?
  74. Benarkah kau adalah orang yang tidak tahu balas budi ?
  75. Beri tahu saya jika Anda melihatnya?
  76. Betulkah! Sampah telah menjadi bunga nusantara?
  77. Bisakah kamu menaatiku sekali?
  78. Bisakah kamu menuruti Ibu sekali saja?
  79. Bisakah kita menyelesaikan semua tugas ini tepat waktu?
  80. Bisakah kita setia dan saleh?
  81. Bisakah saya melakukan semua ini?
  82. Bukankah bahagia itu sangat murah?
  83. Bukankah berdoa setiap waktu banyak manfaatnya?
  84. Bukankah berserah diri dengan tuhan hal yang sangat baik?
  85. Bukankah damai itu sangat indah?
  86. Bukankah hati kita tersentuh melihat bahwa tubuhnya yang rapuh masih bekerja untuk menghidupi keluarganya?
  87. Bukankah itu mengherankan dengan keuntungan kecil yang Anda dapatkan, menipu pembeli?
  88. Bukankah kamu terlalu tinggi untuk membayangkan?
  89. Bukankah maka terlalu banyak lemak tidak boleh?
  90. Bukankah mandiri itu sangat baik untuk hidup lebih baik?
  91. Bukankah membohongi orang tua adalah dosa besar?
  92. Bukankah menyayangi orang tua itu hal yang sangat baik?
  93. Bukankah menyebarkan hoak itu dilarang oleh Undang-Undang?
  94. Bukankah setia itu lebih indah daripada selingkuh?
  95. Dan saya membuka setiap sudut?
  96. Di atas pot sekolah bunga adalah sampah?
  97. Di belakang pintu masuk MDR adalah sampah?
  98. Di mana Anda, saya tahu yang selalu bersemangat?
  99. Di mana hati nurani Anda ketika kakak Anda bertengkar?
  100. Di mana kasihanmu pada anak jalanan?
  101. Di mana kita saat mereka membutuhkan pertolongan?
  102. Di mana tepatnya Ani yang saya kenal sejauh ini?
  103. Di persimpangan ada sampah?
  104. Dimana hati nurani kita saat mereka membutuhkan uluran tangan kita?
  105. Dimana nuranimu saat saudaramu sendiri sedang kesusahan?
  106. Dimana rasa kasihanmu pada anak-anak jalanan itu?
  107. Harus menunggu berapa korban tewas lagi untuk memperbaiki jalan-jalan berlubang ini?
  108. Haruskah saya sendiri yang mengerjakan semua pekerjaan ini?
  109. Jangan tinggalkan negara kita sebagai tong sampah terbesar! Ingat itu?
  110. Kau pasti senang ya, Hasil Ujian Nasilonal nilainya delapan semua?
  111. Kemana sebenarnya Ani yang aku kenal selama ini?
  112. Kenapa kamu berlari ketika menyeberang, bukannya itu berbahaya?
  113. Kenapa kamu menghambur-hamburkan uang, bukankan itu tindakan boros?
  114. Kenapa kamu tidak minum obat ini?
  115. Layakkah beras yang sudah basi itu kalian makan?
  116. Lihatlah sampah dimana-mana?
  117. Mana ada pejabat yang jujur di zaman edan seperti ini?
  118. Mana dirimu yang ku kenal dulu yang selalu bersemangat ?
  119. Mana mungkin Allah menurunkan rezeki bagi orang-orang malas?
  120. Manusia yang sombong! Pembuangan sampah sesuka hati?
  121. Meja direktur juga sampah?
  122. Mengapa Anda begitu sulit untuk dipahami?
  123. Mengapa kita berjalan, bukannya lebih nyaman naik angkot?
  124. Mengapa obat ini masih belum kau minum ?
  125. Mengapa tidak kau buang saja sampahnya di tempat sampah?
  126. Orang yang mengkritik pemerintah banyak yang dihujat, bukannya ada kebebasan berpendapat?
  127. Pantaskah dengan sedikit keuntungan yang kau dapat, kau mencurangi pembeli ?
  128. Pantaskah jika seorang anak menghardik orangtuanya?
  129. Pantaskah kau menyakiti hati istrimu?
  130. Relakah jika rumahmu digusur?
  131. Sampahnya merajalela?
  132. Saya bingung, apakah ada pemborosan di kursi parlemen?
  133. Saya mencoba masuk sore itu?
  134. Senangkah kamu tinggal dirumah yang mewah dan megah ini?
  135. Setelah ratusan kali aku jelaskan, apa kau masih belum paham juga?
  136. Setiap hari datang terlambat, kamu pikir kantor ini punya bapakmu apa??!!
  137. Siapa lagi yang akan meramaikan masjid ini lima puluh tahun yang akan datang kalau bukan mereka?
  138. Siapa yang akan bertanggung jawab terhadap moral bangsa kalau bukan kita?
  139. Siapa yang tidak ingin pergi liburan ke negara seindah Jepang?
  140. Siapa yang tidak jengkel melihat tingkahnya ?
  141. Siapa yang tidak susah jika memiliki adik sepertimu.
  142. Sudah hilang akalkah kamu hingga bisa berbuat kejam seperti ini?
  143. Sudah hilang akalkah orangtua ang membuang bayinya yang baru lahir?
  144. Sudahkah kita mencoba memulai dari diri kita sendiri?
  145. Sungguhkah kau tega melihat keluargamu menanggung malu atas perbuatanmu ?
  146. Tempat sampah berada di bawah tiang bendera merah dan putih?
  147. Terima kah jika agamamu di buat lelucon?
  148. Tidak sulit bukan untuk melakukan pola hidup sehat?
  149. Tidakkah kamu menyukai suamimu?
  150. Tidakkah hati kita tersentuh melihat tubuhnya yang rentah itu masih bekerja untuk menghidupi keluarganya ?
  151. Tidakkah kamu mau mengerti apa yang baru saja Ibu katakan?
  152. Tidakkah kamu merasa bersalah karena telah menyakiti hati ibumu?
  153. Tidakkah kamu terlalu tinggi untuk berkhayal?
  154. Tidakkah kita harus berdamai dengan diri sendiri atas segala kegagalan.
  155. Tidaklah kamu takut adzab Tuhan?
  156. Untuk apa jalan kaki padahal ini ada mobil?
  157. Untuk apa kamu menyalin buku, bukannya lebih gampang jika difotokopi?

admin

admin

Mengeluh hanya akan membuat hidup kita semakin tertekan, Sedangkan bersyukur akan senantiasa membawa kita pada jalan kemudahan.