Bahasa Indonesia

Pengertian Majas Sarkasme Lengkap Kalimatnya

By Mei 20, 2020 No Comments
Definisi Majas sarkasme merupakan jenis majas yang dalam cara penyampaianya dilakukan dengan menggunakan konotasi yang kasar dan di lontarkan secara blak-blakan. Kebanyakan orang yang menggunakan majas sarkasme ini ketika orang tersebut sedang emosi atau marah besar.
Jadi, bisa disimpulkan majas sarkasme adalah jenis majas sindiran yang menggunakan ungkapan kasar sehingga memberikan efek terhadap orang yang diajak bicara.

Majas Sarkasme dalam Kalimat

  1. Aku dan keluarga besar ku tidak membutuhkan orang yang sangat tidak berguna seperti dirimu itu. Cepat pergi sana! Dan jangan pernah berfikir untuk kembali lagi kerumah ini.
  2. Aku merasa jijik dan mau muntah jika berada didekatnya. Badannya sangat bau seperti tak pernah mandi selama satu tahun.
  3. Aku merasa sangat sedih dan kecewa, sahabat yang sudah ku anggap bagai saudara sendiri justru mengkhianatiku dan bahkan menganggapku sebagai musush bebuyutan.
  4. Aku sama sekali tidak peduli meskipun ia menangis, bahkan jika dia menangis darah sekalipun. Aku tidak akan tertipu lagi dengan airmata buaya nya.
  5. Aku sangat kecewa denganmu, aku sudah mengangap kamu layaknya keluargaku, tapi kamu merebut isteriku, keluar Kamu dari rumah ini!.
  6. Aku sangat kecewa padamu. Kau adalah teman yang selama ini ku anggap sudah seperti keluarga sendiri. Tetapi justru kau yang mampu mengkhianatiku layaknya seorang musuh bebuyutan. Pergilah kau dari hidupku, dasar pengkhianat!
  7. Aku sangat tidak betah tinggal di lingkungan kumuh yang penuh dengan sampah dan maling yang berkeliaran siang malam.
  8. Aku sudah muak dengannya, aku tidak akan peduli lagi dengan air matanya. Kalaupun dia menangis darah, aku tidak akan tertipu lagi dengan air mata buaya itu.
  9. Aku sudah tidak heran lagi jika dia masih saja gagal ujian. Otak yang dungu seperti dia, tidak akan mungkin untuk lulus ujian tanpa menyontek dan mendapat bantuan dari orang lain.
  10. Aku sudah tidak memperdulikan airmatanya itu lagi, bahkan jika dia sampai menangis darah sekalipun aku tidak akan tertipi lagi dengan kebusukannya.
  11. Aku tak heran jika dia gagal ujian kali ini. Otak udang seperti dia tak akan mampu lulus ujian tanpa menyontek ..
  12. Aku tidak akan datang kerumahmu, rumahmu sangat kumuh dan kotor.
  13. Aku tidak akan sudi lagi untuk datang ke rumahmu, karena rumahmu sangat sempit dan panas.
  14. Aku tidak berani untuk mencicipi masakan mu itu. Dari baunya saja sudah tidak enak, apalagi rasanya. Kasihan nanti lidahku bisa mati rasa setelah mencicipi masakan mu.
  15. Aku tidak bisa berdekatan dengan kamu, karena kamu bau sekali seperti orang gila yang tidak pernah mandi.
  16. Aku tidak mau makan makananmu baunya saja tidak enak apalagi rasanya.
  17. Aku tidak peduli dengan sandiwaramu itu, Kamu ini tidak tau malu sama sekali.
  18. Aku tidak selera mencicipi masakannya. Baunya saja tidak enak apalagi rasanya. Kasihan lidahku, bisa-bisa mati rasa karena mencicipi masakan itu.
  19. Anak baik Hanya dengan modal menjadi pemimpin di sini? Anda pikir Anda akan menyukai semua wanita itu ya! Betapa konyol pikiranmu.
  20. Anak ini tidak memiliki sopan santun, seperti tidak memiliki orang tua.
  21. Anak-anak dasar tidak tahu untungnya, kami merawat Anda sejak kecil dan kami senang makan, sekarang sebagai orang dewasa dan sukses di luar negeri Anda tidak lagi menganggap kami sebagai orang tua Anda. Apakah ini jawaban Anda kepada orang tua yang telah melahirkan dan tumbuh dewasa? Balas?
  22. Anda benar-benar orang yang tidak mengenal Anda. Sudah menjadi hama di rumah ini, piring dan pakaian kotor yang Anda kenakan sebelumnya, tetapi kita juga harus membersihkannya.
  23. Anda seorang playboy berkelas dengan kecap! Hanya lutut dan wajah yang standar, tetapi Anda berani bermain dengan hati wanita.
  24. Anda tidak lagi bisa berjalan, tidak masalah jika Anda tidak memaksanya. Tidak masalah, terimalah kenyataan bahwa hidup Anda sekarang dinonaktifkan.
  25. Apa aku tidak bisa membaca? Jelas-jelas bahwa dipintu itu ada tulisan dilarang merokok, tetapi kau tetap merokok.
  26. Apa ini balasanmu terhadap kedua orang tuamu yang telah merawat dan menjagamu dulu? Padahal kau sudah sukses, tapi kau malah mencampakkan kedua orang tuamu, dasar anak tidak tau diri.
  27. Apa kamu benar-benar ingin memperkenalkan orang seperti itu pada kedua orang tuamu? Lebih baik kau pikirkan kembali niat baikmu itu. Melihat dari tampilan dan cara dia bergaya saja, aku sudah yakin orang tuamu tidak akan mengizinkan anak gadisnya berhubungan dengan orang seperti itu.
  28. Apa kamu buta ? lantai masih basah begini kau injak injak dengan sepatu kotormu!
  29. Apa kamu sangat yakin kalau dia adalah gadis tercantik di kampung ini? Melihat dari wajah dan penampilannya saja aku sudah sangat tidak tertarik terhadap dirinya sama sekali. Bahkan dirinya tidak termasuk kedalam kategori cantik sedikitpun.
  30. Apa kamu tidak memiliki telinga? Aku sudah memanggilmu hingga ratusan kali tetapi kamu masih tidak datang juga. Cepat kemari, apa aku perlu menyeret mu agar sampai kesini?
  31. Apa kamu tidak pernah diajarkan tentang sopan santun oleh orang tuamu? Sudah tahu ingin bertamu kerumah orang malah tidak pakai acara permisi.
  32. Apa Kamu tidak punya mata? Ada orang di depanmu tetap saja kamu tabrak.
  33. Apa Kamu tidak punya pikiran? Lihat istri dan anakmu yang terlantar di luar sana! Hidup berkecukupan tidur di teras toko jalanan, sungguh kamu tidak bertanggung jawab.
  34. Apa kau buta ? Ada anak kecil didepanmu masih saja kau tabrak .
  35. Apa kau serius ingin memperkenalkan dia pada orang tuamu? Lebih baik kau pertimbangkan kembali niatmu itu. Melihat penampilan dan cara berpakaiannya, aku yakin tidak ada orang tua yang akan mengizinkan anak gadisnya berhubungan dengan laki-laki seperti itu.
  36. Apa kau tak punya hati? Ibumu terbaring lemah di rumah sakit, jangankan untuk merawat beliau bahkan sekedar datang berkunjung pun kau tidak pernah.
  37. Apa kau tidak pernah diajarkan tentang adab? Kenapa kau melakukan hal itu meski sudah tahu kalau itu adalah perbuatan yang tercela.
  38. Apa kau tidak punya mata? Di dinding itukan sudah tertulis bahwa dilarang membawa masuk mobil kedalam area wisata.
  39. Apa kau tidak punya telinga? Aku sudah memanggilmu dari tadi kenapa kau tidak segera datang juga, cepat kesini, apa harus aku seret kau agar mau kesini?
  40. Apa kau yakin ingin tinggal di kawasan perumahan ini? Lihatlah sekelilingmu, lingkungannya sangat kotor dan tak terurus. Lingkungan disini tidak layak disebut sebagai kawasan perumahan tapi lebih seperti perkampungan kumuh.
  41. Apa nggak malu tinggal dikampung ini, sudah mencuri masih tetep saja kembali ke sini.
  42. Apakah Anda benar-benar ingin membiarkan orang tua Anda mengenal orang-orang seperti itu? Anda sebaiknya memikirkan kembali niat baik Anda. Mengingat penampilan dan caranya yang modis, saya yakin orang tua Anda tidak akan membiarkan anak perempuan mereka menghadapi orang-orang seperti itu.
  43. Apakah Anda yakin itu gadis tercantik di desa ini? Hanya melihat wajah dan penampilannya, aku tidak peduli sama sekali, aku bahkan tidak suka melihatnya tersenyum.
  44. Apakah kamu mau punya tetangga yang sangat kumuh dan kotor, bisa-bisanya Kamu bisa kena penyakit karna tetanggaan sama dia.
  45. Apakah kamu sudah minum obat, bertingkah gila seperti ini.
  46. Apakah kamu tidak punya telinga? Saya sudah memanggil Anda ratusan kali tetapi Anda belum datang. Datang ke sini dengan cepat, haruskah aku menyeretmu ke sini?
  47. Apakah Kamu yakin dia bisa menang dalam lomba audisi ini? Lihat wajahnya yang serba pas pasan dan kumuh.
  48. Badanmu bau sekali, hingga membuat perutku mual karena bau badanmu yang busuk itu.
  49. Badanmu sunggu bau sekali, sehingga membuat perutku terasa mual karena bau badanmu yang seperti sampah itu.
  50. Biarkan saja dia bermimpi dan berhayal, karena hanya itu saja yang ia bisa. Harta & skil dalam bidang apapunia tak punya, bagaimana ia akan mewujudkan mimpinya.
  51. Bodoh! Bukan begitu caranya.
  52. Cepat kesini, dari tadi kupanggil masih saja kau asyik bermain disitu. Apa kau tak punya telinga? Apa perlu ku seret kau kesini?
  53. Cita-citamu itu cuma mimpi belaka, karena yang kau bisa hanyalah hal itu saja. Lalu harta dan keahlian pun kau tidak punya, bagaimana kau mewujudkan mimpimu?
  54. Coba lihat deh penampilannya, seperti tikus got.
  55. Dari tadi kupanggil masih saja kau asyik bermain disitu. Apa kau tak punya telinga? Apa perlu saya seret kau kesini?
  56. Dasar anak cengeng! Digigit semut saja menangisnya tiada ampun, apalagi jika digigit singa.
  57. Dasar anak tak tau diri! Dari kecil kau kami rawat dan kami kasih makan, sekarang setelah dewasa dan sukses di rantau malah tak kau anggap lagi kami ini sebagai orang tuamu. Apa ini balasanmu pada orang tua yang telah melahirkan dan membesarkanmu?
  58. Dasar badut, mau keluar rumah saja harus menggunakan bedak setebal itu.
  59. Dasar bodoh! Untuk apa kau membawa tangga itu kesini. Bukannya meringankan pekerjaan, malah kau membuat pekerjaanku semakin berat dengan harus memindahkan tangga ini lagi.
  60. Dasar buaya seenaknya aja perlakukan aku.
  61. Dasar Gajah, kau menggunakan foto yang kamu edit langsing untuk menipuku.
  62. Dasar jerapah, tak lihatkah kau aku berdiri didepanmu.
  63. Dasar kamu nggak punya hati nurani, kamu merampas barang miliknya karna dia tidak bisa bayar hutang padamu.
  64. Dasar Kamu tangan panjang, bisa-bisanya mencuri padahal Kamu menumpang di tempat ini.
  65. Dasar Kamu, dompet tipis saja Kamu mempermainkan hati wanita.
  66. Dasar kau anak durhaka! Dari kecil kami yang merawat dan membesarkan mu, sekarang setelah kamu dewasa dan sukses di rantauan. Kamu justru tidak menganggap kami ini sebagai orang tuamu.
  67. Dasar kau otak udang, disuruh mengerjakan tugas yang sangat mudah seperti ini saja tidak bisa. Lalu hal apa yang kau bisa?
  68. Dasar kau playboy kelas kecap! Modal dengkul dan bahkan wajah mu saja standar, tapi kau sudah berani untuk mempermainkan hati wanita.
  69. Dasar laki laki tidak bertanggung jawab, kerjanya hanya bermalas malasan dan menghabiskan uang hasil kerja keras istrinya.
  70. Dasar laki-laki sok tampan! Hanya bermodal menjadi seorang pemimpin di sini? Kamu pikir semua wanita itu akan menyukai dirimu hah! Bodoh sekali fikiran mu itu.
  71. Dasar muka tembok, benar-benar kau tidak tahu diri.
  72. Dasar orang yang tidak punya hati, kau memukul orang yang tidak bersalah hanya karena dia tidak bisa memberikan hutang padamu.
  73. Dasar otak udang, disuruh melakukan pekerjaan yang sangat mudah seperti ini saja kau tidak bisa. Lalu apa yang kau bisa?
  74. Dasar pemalas, sudah masuk sekolah baru mengerjakan PR.
  75. Dasar pemalas, bagaimana hidupmu akan berubah, kalau setiap harinya kau hanya bermain game saja.
  76. Dasar pemalas, bekas kamu makan saja tidak mau mencucinya, apalagi bekas makan orang satu rumah.
  77. Dasar pemalas, sudah siang begini kau baru bangun.
  78. Dasar penghianat !sudah diberi kepercayaan malah bersekongkol dengan musuh.
  79. Dasar pria hidung belang, bisanya cuma minta uang untuk bermain wanita saja.
  80. Dasar sok tampan! Kau pikir wanita-wanita itu akan menyukaimu hanya karena kau jadi pemimpin di sini? Bodoh sekali kamu!
  81. Dasar wanita pelakor, bisa bisanya Kamu merebut suami orang.
  82. Dia benar-benar mematahkan nadinya. Dia dihina dan bahkan diberhentikan dengan tidak hormat karena penyalahgunaan dana perusahaan yang dia buat. Tapi dia masih datang ke kantor dan minta bekerja lagi.
  83. Dia benar-benar tak punya malu. Sudah dihina dan diberhentikan secara tidak hormat karena penggelapan dana perusahaan yang ia lakukan. Bisa-bisanya sekarang ia masih datang ke kantor dan meminta untuk bekerja kembali.
  84. Dia sungguh tidak punya malu sama sekali, sudah mencuri uang di toko tetep saja kembali meminta kerja di toko lagi.
  85. Hanya seekor keledai dungu saja yang mau jatuh kedalam lubang yang sama.
  86. Jangan berharap sedikitpun aku tidak akan membantumu lagi, kamu tidak tahu berterimakasih.
  87. Jangan bermimpi kau bisa menjadi menantu keluarga terhormat itu. Kau hanyalah anak dari keluarga miskin dan tidak berpendidikan. Bahkan jadi pembantu mereka saja kau tidak akan diterima.
  88. Jangan dekat-dekat denganku, bisa-bisa aku tertular kebodohanmu.
  89. Jangan harap aku akan menolongmu lagi, kau sudah membuat hatiku kecewa, dasar orang tidak tau terima kasih.
  90. Jangan harap Kamu menang lomba bulutangkis itu, mengerakkan tangan saja Kamu tidak bisa.
  91. Jangan mimpi kamu akan jadi suami dia, kamu tidak akan kuat untuk membelikan barang yang dimintanya dengan harganya sangat mahal.
  92. Jangan pernah berfikir untuk mengundang dia kerumahmu ketika ada aku disini. Karena aku sangat tidak sudi untuk bertemu dan berkenalan dengan orang gembel dan kampungan seperti itu.
  93. Jangan pernah kau undang dia kerumahmu ketika ada aku. Aku tak sudi bertemu dan kenal dengan temanmu yang gembel dan kampungan itu.
  94. Jangan pernah mengundangnya ke rumahmu saat aku di sana. Saya tidak mau bertemu teman Anda yang membosankan dan mencolok.
  95. Jika saya memiliki adik lelaki seperti dia, saya pasti tidak akan mau mengakuinya. Dia tidak benar-benar sopan santun, seperti tidak hanya makan meja sekolah.
  96. Kalau aku punya adik seperti dia, pasti aku sudah tidak ingin untuk mengakuinya. Dia benar-benar tidak memiliki sopan santun, seperti tidak memakan bangku sekolahan saja.
  97. Kalau kamu sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan, tak usah dipaksakan. Sudahlah, kamu terima saja kenyataan dan takdir hidupmu untuk menjadi orang cacat karena ulah mua sendiri.
  98. Kalau saya menjadi kakaknya, saya tidak mau mengakuinya, dia tidak tahu sopan santun seperti tidak punya keluarga.
  99. Kami sudah membantumu setiap kali kau dalam kesulitan, tapi apa ini balasan yang kau berikan atas segala bantuan kami tadi, dasar tidak tau terima kasih.
  100. Kamu hanyalah seorang laki-laki yang tak bermodal dan berwajah standar, tetapi mengapa kamu beranu mencoba untuk mempermainkan hati wanita. Dasar buaya buntung tak tahu malu. 
  101. Kamu ini benar-benar orang yang tidak tahu diri ya. Sudah menjadi sebuah parasit dirumah ini, piring dan pakaian kotor yang bekas kamu pakai pun, masih kami juga yang harus membersihkan.
  102. Kamu ini bodoh seperti keledai yang jatuh dilubang yang sama dua kali.
  103. Kamu ini tuli ya, ibu panggil kedepan tidak merespon.
  104. Kamu itu cocoknya jadi pemulung, penampilanmu saja tidak meyakinkan, apalagi jika kamu melamar kerja.
  105. Kamu memang tidak punya otak! Begini saja kau tidak bisa mengerjakannya.
  106. Kamu orang yang benar-benar tak punya malu. Sudah dicaci maki dan diberhentikan dengan cara yang tidak hormat karena kasus korupsi yang kamu lakukan. Sekarang bisa-bisanya kamu kesini dan meminta untuk di pekerjakan kembali.
  107. Kamu orang yang sungguh tidak punya rasa kasihan. Anakmu sampai menangis begitu kencangnya kamu tetap saja tidak perduli.
  108. Kamu orang yang tidak tahu terimakasih di rumah ini, sudah numpang kerjaan cuma tidur saja.
  109. Kamu sangat bau sekali apakah Kamu tidak bisa membeli sabun mandi.
  110. Kamu sangat membuat ku kecewa, padahal aku sudah memberikanmu kesempatan yang kedua untuk merubah sikap burukmu itu. Tetapi mengapa kamu masi saja mencuri, dasar anak tidak tahu diri.
  111. Kamu tidak perlu bercita-cita yang terlalu tinggi. Sadar dirilah kamu nak, kamu hanyalah anak dari keluarga yang miskin dan tidak memiliki apa-apa.
  112. Kamu tidak usah ikut lomba itu, sia-sia buang uangmu karna tetep saja akan kalah.
  113. Kapan kamu akan mulai belajar dari kesalahan dan bersikap dewasa serta tidak melakukan perbuatan tercela lagi yang akan membuat malu orang tua mu.
  114. Kapan kau akan merubah sikap cerobohmu itu, sikap itu bisa membuat orang lain dalam masalah jika tidak cepat – cepat kau mengubahnya.
  115. Kapan kau akan merubah sikap cerobohmu itu, sikap itu bisa membuat orang lain dalam masalah jika tidak mengubahnya.
  116. Karena Anda meletakkan skala ini di sini. Alih-alih membantu pekerjaan kami, skala ini membuat tempat ini lebih dekat. Buang tangga yang tidak berguna ini.
  117. Kau benar-benar orang yang tidak tau berterima kasih. Sudah menjadi benalu dirumah ini, piring dan pakaian kotor bekas kau pakai saja, kami juga yang membersihkan.
  118. Kau hanyalah seorang pria yang berdompet tipis dan berwajah standart, tapi kenapa kau mencoba untuk mempermainkan wanita, dasar buaya darat.
  119. Kau jangan pernah membawa temanmu itu untuk datang ke rumah lagi, aku tidak sudi menerima tamu orang yang seperti gembel dan gelandangan itu.
  120. Kau sangat mengecewakan, padahal aku sudah memberimu kesempatan kedua untuk mengubah sikapmu, kenapa kau tetap mencuri, dasar tidak tau diri.
  121. Kau sudah tidak mampu lagi untuk berjalan, sudahlah jangan kau paksakan. Sudahlah, terima saja kenyataan hidupmu itu bahwa kini kau cacat.
  122. Kau sungguh tidak mempunyai belas kasihan, anakmu sampai nangis sebegitu kencangnya tetap saja kau biarkan saja.
  123. Kau sungguh tidak punya belas kasihan, anakmu sampai nangis sebegitu kencangnya tetap kau biarkan saja.
  124. Kau tidak akan bisa membalas semua kebaikan yang telah aku berikan padamu, dasar anak tidak tahu terima kasih.
  125. Kau tidak usah bercita-cita terlalu tinggi, sadar dirilah kau nak, kau itu cuma dari keluarga yang miskin dan tidak punya apa-apa.
  126. Kau tidak usah mengikuti ujian itu, karena kau sudah pasti tidak akan lolos, karena kau memang bodoh.
  127. Keahlian tidak punya, harta pun tak punya. Yang kau bisa hanya bermimpi di siang bolong.
  128. Keluarga besar saya dan saya tidak membutuhkan seseorang yang tidak berguna seperti Anda. Cepat pergi! Dan bahkan tidak berpikir untuk kembali ke rumah ini lagi
  129. Keluarga kami tidak membutuhkan orang tidak berguna seperti dirimu, pergi sana dan jangan pernah kembali lagi.
  130. Kenapa datang sendirian? Jomblo!
  131. Kenapa dia bisa menjadi kembang desa? Padahal wajahnya dipenuhi dengan tahi lalat.
  132. Kenapa Kamu bawa kursi ini ke sini, bukannya membantu malah membuat sempit.
  133. Kenapa kau masih saja kau melewati jalan ini, apa kau tak bisa melihat pemberitahuan di ujung gang sana yang mengatakan jalan ini sedang diperbaiki. Apa kamu buta?
  134. Lambat sekali jalan mu, seperti keong sawah.
  135. Lidah ku menjadi mati rasa karena mencicipi masakanmu yang tidak enak ini.
  136. Makanya aku saja yang melakukannya. Dasar sok tau!
  137. Malas malas, jangan memakannya sebelum mencuci, terutama ketika Anda makan seseorang dari rumah
  138. Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
  139. Memang tak tahu terima kasih, sudah diberi tumpangan untuk tinggal tapi malah mencuri.
  140. Mengapa dia bisa menjadi seorang kembang desa? Padahal wajahnya saja dipenuhi dengan jerawat yang menjijikkan.
  141. Mengapa kamu datang ke sini lagi? Kami tidak benar-benar membutuhkan orang yang tidak bisa apa-apa dan tidak berguna seperti Anda.
  142. Mengapa kamu masih di jalan ini, tidak bisakah kamu melihat peringatan di depan gang jalan yang sedang dalam perbaikan? Kamu buta?
  143. Mengapa kau datang kesini lagi? Kami sama seklai tidak membutuhkan orang tak bisa apa-apa dan tidak berguna sepertimu.
  144. Mengapa kau letakkan tangga ini disini. Bukannya membantu pekerjaan kita, justru tangga ini membuat tempat ini semakin sempit. Buang saja tangga yang tidak berguna ini.
  145. Mengerjakan pekerjaan mudah seperti ini saja kamu tidak bisa, lalu apa yang kamu bisa sih sebenarnya?
  146. Mengerjakan pekerjaan mudah seperti ini saja tidak bisa, lalu apa yang kau bisa selain menghabiskan waktu dan bermalas-malasan, dasar otak udang.
  147. Orang miskin sepertimu tidak akan bisa membeli makanan di restoran bintang lima ini.
  148. Orang yang memiliki IQ rendah sepertimu tidak akan pernah bisa lulus dari ujian nasional.
  149. Otak udang, Anda bisa melakukan pekerjaan yang sangat sederhana seperti ini. Jadi apa yang bisa kamu lakukan?
  150. Percuma kamu di sekolahkan kalo ucapanmu tetap saja tidak bisa dicerna oleh orang lain, sungguh tidak punya sopan santun.
  151. Percuma saja dia sekolah tinggi-tinggi sampai jenjang S2. Ucapannya sangat kasar dan perilaku kurang ajarnya seperti orang yang tidak berpendidikan.
  152. Percuma saja Kamu ikut lomba lari, lihatlah badanmu kerdil apa bisa dapat juara.
  153. Sadarlah dan mulai mencari pekerjaan jangan hanya menggantungkan hidup dari orang tua mu dasar anak tak berguna.
  154. Sama orang tua aja gak tau sopan santun. Dasar otak udang.
  155. Saya memanggil Anda masih menyenangkan untuk bermain di sana. Apakah kamu tidak punya telinga? Apakah saya harus menyeret Anda ke sini?
  156. Saya tidak berani mencicipi dapur Anda. Dari baunya saja tidak baik, terutama rasanya. Kasihan, lidah saya akan menjadi tidak sensitif setelah mencicipi makanan Anda.
  157. Saya tidak peduli apakah dia menangis, bahkan jika dia menangis darah. Saya tidak akan tertipu lagi dengan air matanya yang buaya.
  158. Saya tidak terkejut jika ujian gagal dan pindah ke tingkat berikutnya. Karena otak bodoh seperti dia tidak akan bisa lulus ujian tanpa menipu dan membantu orang lain.
  159. Seorang pegawai sebuah perusahaan itu benar-benar tidak punya malu, jelas-jelas dia sudah pernah mengkorupsi uang perusahaan dan dia sudah diusir dengan hina dan secara tidak hormat. Kenapa dia tetap meminta untuk bekerja lagi?
  160. Seorang pegawai sebuah perusahaan itu benar-benar tidak punya malu, jelas-jelas dia sudah pernah mengkorupsi uang perusahaan dan dia sudah diusir dengan hina dan secara tidak hormat. Kenapa dia tetap meminta untuk bekerja lagi?
  161. Sikapmu seperti anjing yang tak tau sopan santun.
  162. Sudah benar benar putus urat malunya.. Sudah dihina dan bahkan diberhentikan secara tidak hormat karena penggelapan dana perusahaan yang ia lakukan. Tapi masih saja ia datang ke kantor dan meminta untuk bekerja kembali.
  163. Sudah bodoh suka melawan orang tua, menyesal sekali orang tua mu memiliki anak seperti ini.
  164. Sudah jangan ikut kumpul denganku lagi, kamu beli makanan saja yang paling murah tidak bisa, apalagi membeli makanan yang sedikit mahal.
  165. Sudahlah, jangan bergaul dengan kami, karena minuman paling murah yang biasa kami minum saja kau tak akan mampu membelinya.
  166. Sudahlah, jangan kau habiskan uangmu untuk membeli obat. Semua itu hanya sia-sia, kau terima saja kenyataan bahwa tinggi badanmu memang ditakdirkan dibawah rata-rata.
  167. Sudahlah, kamu tidak usah bermimpi untuk bisa berpacaran dengan ku. Lihat saja tampang mu saja tidak sepadan dengan diriku yang cantik ini.
  168. Sudahlah, tak usah bermimpi kau bisa bergaul dengan kami. Bahkan minuman paling murah yang biasa kami minum saja kau tak akan mampu membelinya.
  169. Tidak masalah, jangan pergi bersama kami, karena minuman termurah yang kita minum biasanya tidak akan mampu membelinya.
  170. Tidak perlu repot-repot untuk memberikan kami minuman. Karena minuman yang kamu berikan kepada kami tidak akan kami sentuh karena itu tidak level.
  171. Tulisanmu jelek sekali ! bagaimana aku bisa membaca tulisanmu kalau jelek seperti ini .
  172. Untuk apa kamu datang kerumah ini lagi? Kami sudah tidak membutuhkan orang yang tidak bisa melakukan apa-apa dan tak berguna seperti dirimu.
  173. Untuk apa kau datang kemari? Kita sudah tak menginginkan kau, orang yang tak bisa apa-apa dan tak berguna untuk hidup sepertimu.
  174. Untuk apa kau letakkan tangga ini disini. Bukannya membantu pekerjaan kita, justru tangga ini membuat tempat ini semakin sempit. Campakkan saja tangga ini kesana!
  175. Untuk apa kau membawa ember kesini, bukannya membantu malah kau menghambat pekerjaanku dengan embermu itu, dasar bodoh.
  176. Wajah pas pasan, dompet tipis, banyak gaya tapi suka menggoda wanita dasar playboy kelas teri.
  177. Ya ampun, bisamu apa sih? Disuruh mengerjakan hal sepele seperti ini saja kau tidak bisa, dasar otak udang.

admin

admin

Mengeluh hanya akan membuat hidup kita semakin tertekan, Sedangkan bersyukur akan senantiasa membawa kita pada jalan kemudahan.