Bahasa Indonesia

Pengertian Majas Anafora Lengkap Kalimatnya

By Mei 19, 2020 No Comments
Definisi Majas Anafora adalah bagian dari gaya bahasa dengan ciri khas menggunakan kata-kata yang diulang-ulang. Dalam majas anaforta, pengulangan kata terjadi di awal kalimat pada setiap baris atau setelah tanda koma pada satu kalimat.
Dalam kalimat anafora, terjadi pengulangan kata atau frasa yang mana dimaksudkan untuk mempertegas suatu makna dari gagasan atau ide yang ingin diungkapkan. Pengulangan-pengulangan kata pada anafora dapat memberi makna penegasan.

Majas Anafora dalam Kalimat

  1. Ada kemauan, ada jalan.
  2. Ada uang, ada barang.
  3. Ada ubi, ada talas.
  4. Ada kemauan, ada jalan.
  5. Aku memandang sang bulan dalam angan, Aku tak sanggup melepas rinduku padanya.
  6. Aku sangat bahagia, Aku sangat bangga.
  7. Anda seperti malaikat, Anda menghancurkan hati Anda, Anda membuat saya jatuh cinta
  8. Bagaimana lagi agar aku bisa memenangkan hatimu, bagaaimana lagi cara agar kau bisa mengerti diriku, bagaimana lagi yang mesti kuperbuat agar kau menerima cintaku?
  9. Bahan bakar naik, orang menjerit lebih banyak, bahan bakar naik, harga naik, bahan bakar naik, pemerintah tidak peduli sampai mereka bisa mengisi perut mereka dengan makanan yang elegan dan bertindak untuk bekerja untuk orang-orang di distrik.
  10. Bahkan jika darah mengalir ke bawah, bahkan jika keringat membanjiri tanah, bahkan jika tubuh ini tidak memiliki kehidupan, saya akan terus memperhatikan dan mencintaimu.
  11. Bahkan jika kita lelah mencari, bahkan jika sulit untuk terus memberi, bahkan jika kita tidak diberikan, kita terus mencari di mana hati nurani kita berada.
  12. BBM naik harga pangan ikut naik, BBM naik rakyat menjerit, BBM naik dikala minyak dunia turun, sungguh aneh, BBM naik pantaskah.
  13. BBM naik rakyat semakin menjerit, BBM naik harga lain ikut naik, BBM naik pemerintah tidak peduli asalkan bisa mengisi perut mereka dengan makanan mewah dan bersandiwara bekerja demi rakyat jelatah.
  14. BBM naik, harga pangan naik. BBM naik, rakyat menjerit. BBM naik di kala harga minyak dunia turun.
  15. Belajar merupakan aktivitas insani, Belajar tidak mengenal batas usia
  16. Berdoalah agar hidup lebih tenang, berdoalah agar keinginanmu tercapai, berdoalah karena itu perwujudan kasih pada Tuhan.
  17. Bergerak bersama, bergerak bersama, bergerak untuk kemajuan.
  18. Bersedia bekerja, rela berkorban, rela berkelahi.
  19. Bunga itu indah, bunga itu wangi, bunga itu menjadi incaran banyak kolektor di tahun ini.
  20. Cerdas di sekolah, pintar di rumah, pintar di lingkungan.
  21. Cinta adalah hadiah yang dipesan, cinta adalah bencana, cinta adalah mata dari dua sisi mata uang, jadi cinta tidak menghasilkan cinta yang akan menghancurkan cinta.
  22. Cinta datang, cinta mengkhianati, cinta pergi.
  23. Cinta ialah anugerah, cinta ialah petaka, cinta ialah dua mata sisi koin, cintailah cinta yang membesarkan bukan yang menghancurkan.
  24. Cintaku sebesar dunia, cintaku seluas samudera, cintaku setinggi langit di angkasa kepadamu.
  25. Cintamu adalah anugerah, cintamu adalah petaka, cintamu adalah dua sisi koin.
  26. Cintamu tak akan pernah hilang, cintamu tak akan pernah tergantikan, sungguh hanya cintamu yang ada di hatiku.
  27. Cita-cita membuat kita bersemangat, cita-cita membuat kita bekerja keras, cita-cita itulah tujuan kita.
  28. Di balik kata, jutaan makna akan disimpan, di balik makna, tujuan akan dihafalkan, di balik niat, harapan akan dihafalkan.
  29. Di balik sebuah kata akan tersimpan jutaan makna, di balik satu makna akan tersimpak sebuah maksud, di balik maksud akan tersimpan sebuah hasrat.
  30. Di belakang kata makna dihafalkan, di balik makna makna tersembunyi, di balik niat tersimpan keinginan.
  31. Di mana saya akan pergi, di mana saya akan menemukan dia, di mana saya akan menemukan setengah hati saya bahwa Anda mencuri dari saya.
  32. Dia tidak pernah memarahinya, tidak pernah menyakitinya, tidak pernah mengkhianatinya.
  33. Dibalik kata tersimpan makna, dibalik makna tersimoan maksud, dibalik maksud tersimpan hasrat..
  34. Disiplin dalam perilaku, disiplin dalam berbicara, disiplin dalam pekerjaan.
  35. Dunia yang indah mampu membuat siapa pun berpuas diri, dunia yang indah dapat membuat semua orang lupa, ingat bahwa dunia yang indah hanya sementara, tidak bangga.
  36. Dunia yang indah membuat saya terlena, dunia yang indah membuat saya lupa, dunia yang indah hanya sementara.
  37. Gaji saya meningkat, gaji saya meningkat.
  38. Giliran terang mereka jalan, giliran diam mereka berhenti
  39. Harga bahan bakar naik, makanan naik, bahan bakar naik, orang-orang menjerit, bahan bakar naik ketika minyak dunia turun, itu benar-benar aneh, bahan bakar naik dengan benar.
  40. Hari demi hari, hari demi hari.
  41. Harusnya kau tahu betapa aku mencintaimu, harusnya kau tahu betapa aku menyayangimu, harusnya kau tahu betapa aku sangat merindukanmu setiap malam sebelum terlelap menyebut namamu.
  42. Hiduplah berkat, hiduplah dengan bahagia.
  43. Indah dunia mampu membuat siapa saja terlena, indah dunia mampu membuat semua orang lupa, ingatlah indah dunia hanya sementara saja, jangan bangga.
  44. Indonesia bersatu, Indonesia dibangun, Indonesia maju.
  45. Jadilah baik agar dihargai, jadilah baik agar dihormati, jadilah baik agar disayangi Tuhan.
  46. Jangan berkecil hati, jangan menyerah, jangan lelah berkelahi.
  47. Jangan merokok, jangan minum alkohol, jangan mengonsumsi obat-obatan
  48. Jumat Agung, Jumat antusias.
  49. Kalimat adalah refleksi dari hati, kata-kata adalah saluran keluar dari isi jiwa, kata-kata adalah deskripsi dari ketinggian kecerdasan dan kata-kata adalah manifestasi dari derajat seseorang.
  50. Kami rindu jawaban-jawaban hebatnya, kami rindu kata-kata cerdasnya, kami rindu melihatnya berdebat dengan guru
  51. Kamu harus tahu betapa aku mencintaimu, kamu harus tahu betapa aku mencintaimu, kamu harus tahu betapa aku merindukanmu setiap malam sebelum tertidur untuk menyebutkan namamu.
  52. Kasih Ibu sepanjang masa, kasih Ibu hingga akhir hayat, kasih Ibu tiada akhir.
  53. Kau hadir memberi harapan, kau beri aku perhatian, kemudian kau hilang tanpa kabar.
  54. Kau tahu betapa aku mengenalmu, kau tahu betapa aku mencintaimu, kau tahu betapa aku mencintaimu.
  55. Ke mana Anda akan pergi, ke mana Anda akan membawanya, ke mana Anda akan menemukan diri Anda.
  56. Kehampaan dalam hatiku karena dirimu, kehampaan dalam diriku karena cintamu, kehampaan ini sunggunh membunuhku.
  57. Kemana aku akan pergi, kemana aku akan menemukannya, kemana akan aku cari setengah hatiku yang telah kau curi.
  58. Kilauan harta tak sedikitpun dapat menggoyahkan imanku, kilauan harta tak akan meninggalkan prinsipku, kilauan harta hanyalah sebuah kefanaan semata.
  59. Kini pesonamu tak seindah dulu, kini pesonamu kian hari kian memudar bersama dengan hingar bingar dunia malam, pesta dan narkoba bagai menjadi teman setiap hari, kau kini ditelah pesona malam, kau kini bukanlah pujaan, kau kini hanya wanita jalang yang malang.
  60. Kini semua sudah berubah, kini semua semakin mudah, namun kini rasa kemanusiaan mulai sirna.
  61. Kini semua telah berubah, kini semua semakin mudah, kini semua semakin terarah.
  62. Langit mendung, langit gelap, langit menangis.
  63. Langkah, saya berlari, saya berjuang, saya menang.
  64. Lari, aku meraih cintamu, lari, buang cintaku
  65. Lupakan dirimu, lupakan saudara, lupakan semuanya.
  66. Mawar berduri, mawar sakit.
  67. Memberi tak harus ada, memberi tak harus kaya, memberi bisa dengan hati bukan karena sebuah nama dan keagungan semata.
  68. Memberi tak harus kaya memberi tak harus ada, memberi dengan hati bukan karena paksaan.
  69. Memberi tak harus menunggu kaya, memberi tak harus menunggu ada harta, dan memberi tak harus karena ada yang meminta, tapi karena memang kita harus saling memberi satu sama lain.
  70. Memberi tidak harus kaya, memberi tidak harus berada, memberi dengan hati
  71. Menolak membayar denda, menolak membayar ganti rugi.
  72. Meski darah mengucur deras, meski peluh membanjiri tanah, meski raga ini tak lagi bernyawa, aku akan tetap menjaga dan mencintaimu.
  73. Meski hujan badai, meski langit runtuh, meski dunia kiamat, aku tetap akan menunggumu disini.
  74. Meski lelah tetap mencari, meski sulit tetap memberi, meski tak diberi terus mencari dimana hati nurani.
  75. Meski lelah aku tetap mencari, meski sulit aku tetap memberi, meski tak diberi aku terus mencari.
  76. Meskipun hujan badai, meskipun gempa dahsyat, meskipun dunia kiamat, aku tetap akan menunggumu disini.
  77. Orang-orang diam, orang-orang bergerak, orang-orang berkelahi, orang-orang memberontak.
  78. Pekerjaan muda, pekerjaan muda, kaya muda.
  79. Pendidikan adalah jalan menuju sukses, pendidikan adalah jalan meningkatkan keimanan, pendidikan adalah hak semua orang.
  80. Penolakan membayar denda, penolakan membayar kompensasi.
  81. Perkataan adalah cerminan hati, perkataan adalah curahan isi jiwa, perkataan adalah gambaran dari tinggat intelektualitas, dan perkataan adalah wujud dari derajat yang ada pada diri seseorang.
  82. Pertarungan, pertarungan, kemenangan.
  83. Pesona Anda tidak lagi seindah sebelumnya, sayang, pesonamu memudar dengan senja malam, pesonamu seperti diselimuti badai, pesonamu diberikan pada ekstasi yang menelan wajah cantikmu.
  84. Rajin membaca, rajin belajar, rajin beramal.
  85. Rumah kami, rumah yang penuh cinta.
  86. Rumah Tuhan, Rumah Kehidupan.
  87. Rupanya aku ditipu olehmu, aku mengerti bahwa aku dibohongi, ternyata aku dikhianati olehmu
  88. Satu juta harapan diblokir, satu juta perkelahian saya lakukan.
  89. Saya datang, saya mengerti, saya menang.
  90. Saya melangkah, saya berlari, saya berjuang, saya menang.
  91. Sedekahlah itu akan membuatmu menjadi kaya, sedekahlah itu merupakan salah satu obat hati terampuh, sedekahlah itu merupakan penolong sesama umat manusia.
  92. Sejak kepergianmu aku sendiri, sejak kehilanganmu aku merana, sejak itu hidupku terasa hampa.
  93. Sejuta harapan macet, sejuta perjuangan saya lakukan.
  94. Sekarang semuanya telah berlalu, sekarang semuanya telah berubah, sekarang semuanya telah berakhir.
  95. Sekarang semuanya telah berubah, sekarang semuanya menjadi lebih mudah, tetapi sekarang rasa kemanusiaan menghilang.
  96. Semakin banyak yang Anda lewatkan, semakin menyedihkan saya
  97. Semakin banyak yang mereka lawan, semakin tahan.
  98. Semakin dalam Anda merindukan, semakin menyedihkan saya
  99. Semakin menentang, semakin tahan.
  100. Semakin saya mengejar Anda, semakin jauh Anda.
  101. Semangat pagi, semangat hidup.
  102. Seribu kali gagal, seribu kali mencoba lagi
  103. Seribu masalah datang, seribu optimisme kurasakan.
  104. Seribu masalah tiba, seribu optimisme yang saya rasakan.
  105. Setiap hari aku menunggu, setiap hari aku kawatir, setiap hari aku penuh dengan rasa takut akan keselamatannya di jalan.
  106. Suara itu aku rindu, suara itu terus terliang ditelingaku, suara itu suara ibuku.
  107. Tahukah kamu aku sakit karenamu, tahukah kamu aku begini karenamu, tahukah kamu cinta ini membunuhku.
  108. Tahukah engkau betapa aku mengenalmu, tahukah engkau betapa aku menyayangimu, tahukah engkau betapa aku sangat mencintaimu.
  109. Tak ada gunung yang tak dapat didaki, tak ada jurang yang tak dapat dituruni.
  110. Tarif sms naik, tarif telepon naik, dan tarif internet juga naik, aku bingung memenuhi kebutuhanku sendiri.
  111. Ternyata aku telah dibodohi olehmu, ternyata aku telah dibohongi, ternyata aku telah dikhianati olehmu
  112. Tidak ada harapan, tidak ada kepastian.
  113. Tidak pernah memarahinya, tidak pernah menyakitinya, tidak pernah mengkhianatinya.
  114. Uang dicari, uang ditahan, uang dihabiskan.
  115. Uang jajan aku yang berikan, uang makan aku juga yang tanggung.
  116. Utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati
  117. Wajah Anda sangat elegan, wajah Anda sangat tenang, wajah Anda sangat menawan.
  118. Wajahmu selalu membayangiku, wajahmu selalu berada dalam pikiranku, wajahmu selalu kurindukan.
  119. Wajahmu selalu membayangi duniaku, wajahmu selalu berkeliling dalam pikiranku, wajahmu adalah yang selalu kurindukan untuk dipandang.
admin

admin

Mengeluh hanya akan membuat hidup kita semakin tertekan, Sedangkan bersyukur akan senantiasa membawa kita pada jalan kemudahan.