Bahasa Indonesia

Pengertian Majas Personifikasi Lengkap Kalimatnya

By Februari 23, 2020 April 13th, 2020 No Comments
Definisi majas personifikasi adalah suatu gaya bahasa dalam karya sastra yang memberikan sifat-sifat insani (manusiawi) kepada benda mati atau benda hidup yang bukan manusia (hewan, tumbuhan), sehingga seolah-olah dapat bersikap layaknya seorang manusia.
Personification termasuk salah satu dari Majas Perbandingan, yaitu majas yang digunakan untuk membandingkan atau menyandingkan suatu objek dengan objek lainnya. Majas ini memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan jenis gaya bahasa lainnya.

Majas Personifikasi dalam Kalimat 

  1. Air bah itu menyapu rata barang dagangan di pasar minggu.
  2. Air, udara dan tanah memberikan kehidupan untuk seluruh makhluk hidup tanpa pamrih.
  3. Akhir tahun lalu seorang anak SMA hilang di pantai teleng ria diseret ombak
  4. Aku bisa merasakan dinding-dinding di sekitarku mendengar pembicaraan kita.
  5. Aku melamun mendengarkan lirih bisikan angin yang masuk ke telinga.
  6. Aku tidak bisa menemukan jam tanganku, mungkin dia melarikan diri.
  7. Album kenangan itu mengingatkannya akan kisah masa mudanya
  8. Alunan musik malam itu mengajak ranting-ranting pepohonan ikut menari.
  9. Anak anak pantai dengan gembira bermain kejar kejaran bersama ombak.
  10. Angin badai menyayat tulang rusuk ku.
  11. Angin genit itu mengelus merah putihku yang berkibar sedikit malu-malu.
  12. Angin malam ini menggoda membelai rambut dan wajahku
  13. Angin meniupkan dirinya disela-sela goa sehingga menimbulkan suara yang merdu.
  14. Angin sepoi sepoi membelai lembut bumi dan seluruh isinya agar tertidur lelap.
  15. Antusiasmenya membara untuk mendapat promosi tahun ini
  16. Api melalap beberapa rumah yang ada di sekitar pasar senen, Jakarta.
  17. Api subuh melahap pemukiman padat penduduk
  18. Aroma dari masakan mama malam ini menggoda para tetangga di sekitar rumah.
  19. Aroma makanan itu menggoda lidah untuk segera di cicipi.
  20. Aroma masakan dari mama pagi ini sangat menggoda para tetangga yang ada di sekitar rumah.
  21. Aroma masakan ibu menggoda seluruh penghuni rumah
  22. Aroma masakan ibu menggoda seluruh penghuni rumah Botol susu itu menenangkan bayi mungil itu.
  23. Asap rokok menggerogoti organ dalam manusia dan menyebabkan berbagai penyakit bahkan menyebabkan kematian.
  24. Atraksi hewan di pertunjukkan itu memukau seluruh penonton
  25. Awan hitam bergandengan menjadikan siang menjadi gelap.
  26. Badai topan itu mengamuk dasyat menghancurkan pemukiman penduduk di sekitarnya
  27. Badai tsunami itu juga menyapu bersih rumah-rumah yang dilaluinya.
  28. Baju baju di toko itu menggodaku untuk memilikinya
  29. Baju ini memelukku tubuhku yang kedinginan.
  30. Bangku sekolahnya masih setia untuk menemaninya jika dia gagal ujian kelulusan lagi tahun ini
  31. Banjir bandang menyapu puluhan rumah warga di Jakarta Utara.
  32. Beberapa bulan ini Riau tengah diselimuti dengan asap tebal karena pembakaran hutan.
  33. Beberapa tahun yang lalu Gunung Merapi memuntahkan lahar dari dalam tubuhnya.
  34. Beduk subuh itu memanggilnya untuk bergegas ke mesjid
  35. Bel stasiun memberi tahu para penumpang untuk bergegas di kereta
  36. Bencana banjir di Jakarta kemarin menelan 3 korban jiwa
  37. Bendera negara saya berkibar dengan berani di langit
  38. Bendera negaraku berkibar dengan gagah berani di angkasa raya.
  39. Berhentilah merokok karena dapat membunuh orang orang terdekatmu
  40. Biarlah seluruh alam menertawai aku, aku akan tetap menunggu walau hingga kini tanpa ada kepastian darimu.
  41. Bingkisan kado itu menggelitik tanganku agar segera membukanya.
  42. Bintang malam ini berkedip kedip menerangi seluruh isi kota
  43. Bintang bersembunyi di balik tebalnya awan hitam.
  44. Botol susu itu menenangkan bayi mungil itu
  45. Bulan bersembunyi di balik awan hitam tebal
  46. Bulan dan bintang akan terus menemani perjalanan malam ini.
  47. Bulir Padi menunduk seraya mengucapkan selamat pagi kepada para pejalan kaki.
  48. Bumi mengambil semua bentuk kehidupan tanpa pilih kasih
  49. Bunga-bunga di taman bercengkerama riang di bawah terik hangat mentari.
  50. Burung kenari itu bersiul-siul dengan indah seolah sedang merasakan bahagia
  51. Bus antar jemput setiap hari mengantarnya ke sekolah.
  52. Butir-butir dari nasi itu menangis sedih pasca dibuang di tempat sampah.
  53. Cabang ayunan pohon berayun di tepi sungai
  54. Cacing di dalam perutku berteriak meminta makanan
  55. Cahaya matahari mengintip dari balik jendela kamarku, memaksaku untuk terbangun.
  56. CCTV di tempat kejadian telah menyelamatkan seorang pria dari tuduhan tindak kriminal.
  57. Coretan itu merusak makalah presentasi ayah tadi pagi
  58. Dahan pohon itu berayun ayun terbawa arus sungai.
  59. Dasi kupu kupu itu mencekik lehernya
  60. Daun daun berguguran mendengar berita memilukan itu
  61. Daun kering di jalan meluncur dalam angin
  62. Daun pohon kelapa melambai lambai kepada para nelayan untuk secepatnya merapat ke daratan.
  63. Daun pohon kelapa melambai lambai para nelayan untuk segera merapat ke daratan
  64. Daun-daun pepohonan itu berbisik lembut tertiup angin sepoi-sepoi.
  65. Daya tarik hewan di acara itu membuat kagum seluruh penonton
  66. Dedaunan kering di jalanan itu melayang layang tertiup angin kencang
  67. Derai hujan menghapus bedak di pipi ku.
  68. Deru pagi ini membangunkan semua orang
  69. Desas desus tentang dirinya sudah terbang menyebar ke seluruh penjuru negeri.
  70. Di daerah lereng kabut tebal juga dingin menyelimuti desa ketika pagi menjelang.
  71. Dipeluk dingin kemarau yang bermulut sepi
  72. Dia malam itu, Bulan mengintip dibalik awan Dan ranting-ranting ikut menari mengikuti alunan gendang.
  73. Dingin malam berhujan ini terasa begitu menusuk-nusuk sampai ke tulangku.
  74. Dompet mulai berbisik meminta untuk segera di isi.
  75. Fajar memanggilnya untuk bergegas ke masjid
  76. Gelang emas itu menggenggam erat pergelangan tangannya.
  77. Gelombang tinggi menghantam seluruh kapal nelayan
  78. Gemercik air pegunungan menenangkan suasana di sekelilingnya
  79. Gempa bumi mengguncang seluruh gedung pencakar langit
  80. Genangan lumpur itu menahan langkahnya sesaat
  81. Genangan lumpur menahan diri sejenak
  82. Gugusan pulau semakin tahun berkurang terkikis oleh hantaman ombak setiap hari
  83. Gulma di depan rumah saya menghalangi pandangan jalan
  84. Gunung berapi tersebut akhirnya memuntahkan isi dari perutnya yang panas pada permukaan.
  85. Gunung Merapi memuntahkan seluruh isi perutnya sepanjang hari ini.
  86. Hari berjalan begitu cepat seolah tak ada jeda untuk sekedar menarik nafas dalam dalam.
  87. Hari ini mentari sudah mulai tertidur serta digantikan oleh sang rembulan.
  88. Hari ini satu harapku, pelangi akan muncul tersenyum padaku.
  89. Hari senin kemarin sangat gelap karena awan hitam terlihat murung.
  90. Harta dapat membutakan banyak orang.
  91. Hasil sawah serta kebun kedua orang tuaku telah membiayai seluruh kebutuhan hidupku selama kuliah.
  92. Hawa dingin di luar menahanku untuk berangkat ke sekolah
  93. Helm itu melindungi keselamatan pekerja dari puing-puing
  94. Helm itu melindungimu dari benturan keras jika terjatuh.
  95. Helm itu telah menyelamatkan banyak pekerja dari benturan benda-benda di sekitar lokasi kerja.
  96. Helm itu menjaga keselamatan pekerja dari reruntuhan
  97. Hewan peliharaan lucu ini sudah menemaniku semejak aku kecil
  98. Hidupnya nyaris melayang disengat kabel listrik yang tergantung dari cabang-cabang pohon
  99. Hujan lebat kemarin menghanyutkan beberapa rumah.
  100. Hujan pada malam ini memeluk mereka yang mana kala itu sedang sedih karena jomblo.
  101. Iklan rokok memperingati para perokok akan bahaya merokok.
  102. Informasi tentang kesuksesan Rivai menghampiriku sangat cepat.
  103. Jalan berlubang telah merenggut beberapa nyawa
  104. Jalanan berlobang itu sudah beberapa kali memakan korban jiwa.
  105. Jam berjalan dengan sangat lambat.
  106. Jamur di kedua sisi jalan telah berdiri sejak pagi menyambut para tamu undangan
  107. Jari jemarinya berlompatan lincah di atas keyboard komputer
  108. Jarum suntik menakuti adikku saat imunisasi 
  109. Jeritan panjang peluit wasit akhirnya menyelesaikan atau mengakhiri pertandingan sepak bola tersebut.
  110. Kabut pagi mengusap keringat yang mengalir deras dari tubuh ku.
  111. Kacamata itu membantu kakek membaca
  112. Kalender-kalender memperingatkan bahwa utang hampir jatuh tempo
  113. Kalkulator itu menolong ibu menghitung belanjaannya.
  114. Kalkulator membantu para ibu menghitung pembelian mereka
  115. Karang besar itu menghalangi ombak yang berlarian menuju pantai.
  116. Kartu kredit itu membelikan semua barang mewah untuknya sehingga ia terlilit hutang.
  117. Kartu tarot itu meramalkan peruntungan nasibnya Pohon besar itu berhenti bernafas ketika badai menumbangkannya.
  118. Katak bernyanyi dengan riang untuk menyambut musim hujan
  119. Kebakaran subuh tadi melahap habis pemukiman padat penduduk.
  120. Kebencian anak itu terhadap temannya telah menutup pintu hatinya rapat rapat.
  121. Kekeringan panjang menyerap kebutuhan air di bumi
  122. Kembang api yang gemerlap menyambut pergantian tahun
  123. Kepingan uang receh itu berhamburan keluar dari kantong sakunya yang robek.
  124. Ketika aku melihat rembulan, dia seperti tersenyum padaku seakan aku tengah merayunya.
  125. Ketika senja datang, perlahan lahan matahari beranjak pulang
  126. Ketukan palu itu sudah memvonisnya bersalah
  127. Kisah menyeramkan di pemakaman itu menakuti warga yang tinggal disekitarnya
  128. Kodok berdendang riang menyambut musim penghujan.
  129. Komputer ini menyelesaikan semua tugas tugas yang diberikan padaku selama ini.
  130. Koran lokal menulis kisah perjuangan hidupnya
  131. Kuas menari dengan cepat di atas kanvas yang dilukisnya
  132. Kucing lucu ini sudah menemaniku semejak aku kecil.
  133. Kursi goyang membuat nenek saya tidur dengan ayunannya
  134. Kursi roda pergi ke mana pun pemilik membawanya saat pemilik menginginkannya
  135. Langit ikut melindungi para pengunjuk rasa pada 411 kemarin
  136. Langit mendadak muram ketika petir menggelegar menyambar.
  137. Langit tiba-tiba suram saat guntur menggelegar
  138. Lautan biru itu seolah menatapku dalam hening.
  139. Layangan terbang bebas dilangit biru.
  140. Lia termenung menatap daun-daun yang berjoget diterpa angin.
  141. Lilin dan balon warna-warni memeriahkan pesta ulang tahunnya
  142. Lonceng stasiun memberitahu para penumpang untuk bergegas naik kereta
  143. Longsor itu menegur kita agar menjaga kelestarian alam
  144. Longsoran menegur kita untuk melestarikan alam
  145. Lukisan Monalisa memberikan kesan kepada siapapun yang melihatnya
  146. Magnet mencari ribuan paku di sepanjang jalanan ibukota yang ditaburkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
  147. Makanan panas serta pedas yang dikunyah oleh wanita itu akhirnya bisa membakar lidahnya.
  148. Makanan pedas itu membakar lidahnya
  149. Malam itu, bulan mengintip di balik awan bersama dedaunan yang ikut menari mengikuti alunan musik malam
  150. Masakan pedas yang ada di warung tersebut menggetarkan lidah tamu.
  151. Mata orang pada lukisan itu terus mengikuti dan menatapku.
  152. Matahari bersinar terik terasa menggigit seluruh kulit tanganku.
  153. Matahari pagi muncul menyapa orang orang yang tengah menyemai disawah.
  154. Matanya berapi apimenahan amarah Tiang listrik berbaris rapi di sepanjang jalan protokol ibukota.
  155. Materi kalkulus telah masuk di kepalaku
  156. Mawar merekah tersenyum dipagi haridan membangkitkan semangatku.
  157. Memercikkan air gunung menenangkan suasana di sekitarnya
  158. Mentari siang membakar kulitku.
  159. Mobil pemadam kebakaran meraung raungmemecah keheningan pagi.
  160. Motor tua ini mulai terbatuk batuk ketika dipakai untuk perjalanan jauh.
  161. Narkoba dan Obat terlarang telah membunuh jutaan korbannya.
  162. Narkoba itu sudah menghabiskan sisa hidupnya di jeruji besi
  163. Nyawanya hampir melayang tersengat kabel listrik yang menggantung di dahan pohon
  164. Nyiur melambai-lambai menuju arah ku seolah tidak ingin aku meninggalkanmu pantai.
  165. Obat batuk menghangatkan tenggorokannya
  166. Obat candu itu sudah menghabiskan sisa hidupnya di jeruji besi.
  167. Obat itu menghabiskan sisa hidupnya di bar
  168. Obat pencahar yang diminumnya mengaduk seluruh isi perutnya
  169. Ombak tinggi menerjang seluruh kapal nelayan
  170. Pada pagi tersebut para peselancar saling kejar-kejaran bersama ombak tinggi.
  171. Pagar beton dan teralis itu menjaga tokonya dari tamu tak di undang.
  172. Paket itu datang ketika aku tengah berada di Jakarta
  173. Pameran lukisan itu memanjakan mata para pengunjung
  174. Panasnya mentari pada siang itu benar-benar membakar kulit tangan si wanita cantik itu.
  175. Panasnya mentari siang itu membakar kulit tangan wanita cantik itu.
  176. Pejalan kaki zebra cross aman
  177. Pemandangan diatas gunung memanjakan mata para pendaki
  178. Pembicara di tempat parkir memanggil pemilik mobil untuk memindahkan kendaraan
  179. Pena itu menari-nari di atas kertas.
  180. Pepohonan di hutan itu tampak sedih karena musim kemarau panjang.
  181. Perahu nelayan melaju kencang membelah lautan bergegas pulang
  182. Pesta kembang api berkilauan menyambut pergantian tahun.
  183. Pohon bambu di belakang rumah berbisik bisik tertiup angin sore
  184. Pohon besar itu berhenti bernafas ketika badai menumbangkannya
  185. Pohon mangga tebal di taman menutupi semua orang yang panas
  186. Pohon nyiur melambai-lambai karena tertiup angin.
  187. Potongan koin mengalir keluar dari sakunya yang sobek
  188. Puntung rokok yang dibuang sembarangan itu membumihanguskan berhektar hektar hutan.
  189. Purnama menyapa dan menyambut malam ku yang hening ini.
  190. Puting beliung menari-nari sehingga menerbangkan pepohonan di sekitarnya.
  191. Radio tua membual tentang menyampaikan berita
  192. Rangkaian pulau dari tahun ke tahun semakin berkurang terkikis oleh hantaman ombak setiap waktunya.
  193. Ratapan ibu tua itu memilukan bagi semua orang yang mendengar kisahnya
  194. Ratapan nenek tua itu memilukan hati setiap orang yang mendengar kisahnya.
  195. Rerumputan dan ilalang menari nari mengikuti irama angin
  196. Rimbunan pohon mangga di taman itu memayungi setiap orang yang kepanasan
  197. Rumor tentang dia sudah menyebar ke seluruh penjuru negeri
  198. Rumput dan ilalang menari mengikuti irama angin
  199. Rumput liar di depan rumahku menghalangi pandangan ke jalanan
  200. Saat senja datang, matahari perlahan pulang
  201. Salju turun menyelimuti seluruh isi kota.
  202. Sarung tinju yang usang membuatnya menjadi juara
  203. Sebulan sekali perlu untuk menyisihkan waktu berwisata ke pedesaan mendengarkan merdunya nyanyian alam sekitar.
  204. Sekertas uang dua ribu itu menyelamatkannya dari rasa lapar selama 2 hari.
  205. Semangatnya berkobar untuk mendapat promosi tahun ini.
  206. Sepasang mata boneka itu bersinar tajam menatapku di kegelapan malam
  207. Sepatu usang itu melindungi kakinya dari kerikil tajam.
  208. Sepeda tua itu selalu setia menemaninya kemana pun ia pergi
  209. Sepi, gelap mencekam, hanya tersisa tubuh yang dipeluk malam, menggigil kedinginan.
  210. Sesekali perlu untuk berwisata ke pedesaan mendengarkan merdunya nyanyian alam
  211. Setiap hari sisir selalu merapikan rambut kita
  212. Setiap hari, lampu merah di jalanan mengatur pengguna jalan
  213. Setiap kali makan, sendok dan garpunya selalu bertengkar
  214. Setiap malam, buku cerita itu menceritakan sebuah kisah untuk saudara perempuan saya
  215. Setiap malam, buku cerita itu mendongengkan kisah untuk adikku
  216. Setiap pagi alarm smartphone bernyanyi membangunkanku dari kesiangan
  217. Setiap pagi, alarm ponsel bernyanyi membangunkan saya dari larut malam
  218. Shuttle bus setiap hari membawanya ke sekolah
  219. Si jago merah pun akhirnya melahap habis semua pemukiman masyarakat yang kala itu dilaluinya.
  220. Siang ini matahari tengah bersembunyi dibalik awan
  221. Siang itu langit sedang bersedih dan menangis membasahi bumi.
  222. Siang malam bayangan dirimu selalu mengusik.
  223. Siapa kira siang ini mentari begitu ceria, dibandingkan tadi pagi.
  224. Siaran televisi telah merusak banyak moral anak anak.
  225. Sirene mobil dari Ambulan itu menjerit-jerit ketika mengantarkan jenazah korban kebakaran.
  226. Sisir usang ini selalu setia merapihkan rambut keriting ku.
  227. Skripsi menyadarkanku dari rasa malas berkepanjangan
  228. Smartphone telah menghipnotis para penggunanya
  229. Smartphone telah menghipnotis para penggunanya.
  230. SMS yang diterimanya, membuat ia melompat kegirangan
  231. Speaker di lapangan parkir itu memanggil pemilik mobil agar memindahkan kendaraannya.
  232. Suara angin membisikkan nada yang damai di pikiran ku.
  233. Suara gemuruh pagi tadi membangunkan semua orang.
  234. Suara Kakek menyadarkanku dari lamunan panjang masa mudanya.
  235. Suara kokok ayam menjadi tanda matahari bengun dari tidurnya.
  236. Suara nyanyian dari puluhan burung memenuhi langit langit hutan.
  237. Sudah dua jam lebih pemadam kebakaran bertarung melawan api di lokasi kebakaran.
  238. Sungguh tutur katanya menusuk hati membuat aku terluka.
  239. Tanah warisan itu telah menghidupi keluarganya hingga beberapa keturunan
  240. Tanggalan di kalender itu memperingatkan utangnya hampir jatuh tempo.
  241. Tarian daun berguguran begitu indah dilihat saat senja seperti ini.
  242. Teks yang diterimanya, membuatnya melompat kegirangan
  243. Telephone itu berdering terus memanggil pemiliknya
  244. Teriakan petir seakan hendak menghancurkan dunia.
  245. Terlihat awan mulai murung, bertanda hari akan hujan.
  246. Tiang listrik berbaris rapi di sepanjang jalan protokol ibukota
  247. Tinta itu mengotori seluruh pakaian adik.
  248. Tinta kotor semua pakaian saudara
  249. Truk itu menumpahkan seluruh muatannya saat terguling.
  250. Truk-truk pemadam kebakaran meraung untuk memecah kesunyian pagi itu
  251. Tugas ini sudah hampir dikejar deadline. besok harus selesai
  252. Tulisannya menceritakan betapa menderita kehidupannya dahulu kala.
  253. Uang dua ribu ini menyelamatkannya dari rasa lapar yang mendera
  254. Ucapan dari para Habib itu mampu meredam kemarahan para pengunjuk rasa
  255. Ucapan dari para Ulama itu dapat meredam kemarahan para pengunjuk rasa yang datang.
  256. Udara dingin memelukku disepertiga malam.
  257. Wajahnya bersinar sinar mendengar beasiswanya di terima.
  258. Waktu berjalan terus tanpa menunggu atau menanti siapa pun
  259. Waktu berjalan terus tanpa menunggu atau menanti siapa pun.
  260. Warisan telah mendukung keluarganya untuk beberapa generasi
  261. Zebra cross menyeberangi para pejalan kaki dengan aman.
admin

admin

Mengeluh hanya akan membuat hidup kita semakin tertekan, Sedangkan bersyukur akan senantiasa membawa kita pada jalan kemudahan.