Heboh Pengadaan Pakaian Dinas Louis Vitton DPRD Kota Tangerang

TEKNOMUDA.COM – Rencana pengadaan pakaian dinas anggota DPRD Kota Tangerang mendapat sorotan tajam.

Baru-baru ini, merek fashion kenamaan, Louis Vuitton ramai diperbincangkan. Usai disebut jadi rujukan untuk baju dinas anggota DPRD Kota Tangerang. Bahkan, ongkos pembuatan dan belanja bahan untuk baju dinas anggota DPRD Kota Tangerang mencapai Rp 675 juta.

Anggota DPRD Kota Tangerang disebut telah memilih merek Louis Vuitton sebagai bahan untuk pembuatan baju. Louis Vuitton merupakan salah satu brand fashion terkenal yang harganya memang sangat mahal.

Namun, hal itu segera ditanggapi oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, Gatot Wibowo. Ia membantah bila pihaknya memilih merek Louis Vuitton (LV) sebagai standar pembuatan baju dinas Tahun 2021 ke-50 anggota DPRD Kota Tangerang.

Hal itu juga dikonfirmasi oleh pihak Louis Vuitton (Indonesia) yang menegaskan tidak pernah berkolaborasi untuk pengadaan sebuah pakaian dinas pemerintahan. Perusahaan memastikan tidak pernah menjual bahan kain atau seragam.

Communication Manager Louis Vuitton Indonesia Eunike Santosa, mengatakan jika pihak LV tidak ada keterkaitan dengan pemberitaan bahan seragam Anggota DPRD kota Tangerang.

TRENDING:  Boeing 737-800 Jatuh di China, Keluarga Korban Masih Tunggu Kepastian

Adapun Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) merilis ada empat merek bahan pakaian yang sedianya digunakan anggota DPRD Kota Tangerang sebagai baju dinas pada 2021. Disebutkan empat merek itu untuk seragam itu, yaitu Louis Vuitton untuk dua setel Pakaian Dinas Harian (PDH)

Tiga bahan pakaian lainnya disebut menggunakan Lanificio Di Calvino untuk bahan pakaian sipil resmi (PSR). Adapun pakaian sipil harian (PSH) menggunakan Theodoro dan Thomas Crown untuk pakaian sipil lengkap (PSL).

Namun karena dibatalkan bahan busana kelas dunia itu tak akan dikenakan para anggota DPRD Kota Tangerang setelah hujan kritik soal baju dinas tersebut.

“Menanggapi pemberitaan tersebut saya ingin klarifikasi bahwa Louis Vuitton tidak ada keterkaitan dengan pemberitaan tersebut,” ujar Eunike kepada Fimela.com, Selasa, 10 Agustus 2021.

Dia mengatakan, jika brand LV tidak pernah melakukan pengadaan bisnis untuk penyediaan fabric ataupun seragam, baik di Indonesia maupun global.

Louis Vuitton sendiri kini telah menjadi salah satu brand mewah dunia sejak didirikan pada 166 tahun lalu oleh pendirinya,

TRENDING:  Gempa Berkekuatan Magnitudo 5,3 Mengguncang Jawa Timur

Mulanya, Vuitton menggeluti usaha membuat koper dan tas. Karena keterampilannya itu, Vuitton ditunjuk sebagai staf khusus yang membuat boks-boks (koper) untuk kebutuhan Eugenie de Montijo, istri dari Napoleon Bonaparte, Kaisar Prancis dari 1804-1814.

Momen inilah yang jadi pintu utamanya untuk bergabung dengan kelas-kelas elit Prancis. Perjalanan kariernya tersebut membuatnya bisa mendirikan perusahaan sendiri pada 1854. Meski perusahaan Louis Vuitton sudah berdiri sejak 1854 sebagai perusahaan boks dan koper traveling, ia baru mulai membuat tas jinjing pada 1892.

Induk usaha dari Louis Vuitton ini LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton SE bergerak dalam usaha pembuatan barang-barang mewah. Segmen usahanya antara lain wines, pakaian dan barang kulit, parfum dan kosmetik, jam tangan dan perhiasan, ritel dan aktivitas lainnnya.

Originally posted 2021-08-11 16:39:26.

Pencarian Berdasarkan Kata Kunci

Louis Vitton ,Pakaian Dinas Dprd ,Pakaian Dinas Tangerang